Headlines News :
Selamatkan Perjuangan demi bansa Aceh yg Bermartabat.... Baca Selengkapnya
1 2 3 4 5 6

13 Alasan Mengapa Memilih Partai Aceh

Written By Administrator on Senin, 07 April 2014 | 21.03


Klik Pada Gambar Untuk Memperbesar Poster

FOTO - Peringatan Tujuh Tahun Perdamaian Aceh

Written By Administrator on Kamis, 16 Agustus 2012 | 12.49


BANDA ACEH - Memperingati tujuh tahun peringatan MoU Helsinki, Pemerintah Aceh menggelar serangkaian acara di pelataran Masjid Raya Baiturrahman, Rabu, 15 Agustus 2012.

Dalam acara tersebut pemerintah menyantuni 700 anak yatim dan diikuti dengan acara buka puasa bersama. Sebagai simbol kebebasan dan perdamaian turut pula dilepaskan tujuh ekor merpati berwarna putih yang dilakukan oleh tujuh orang tokoh yaitu Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Ketua DPRA Hasbi Abdullah, Pemangku Wali Nanggroe Malek Mahmud, Pangdam Iskandar Muda Zahari Siregar, Kapolda Aceh Iskandar Hasan, Mantan Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin, dan Kajati Aceh TM Syahrizal.

Pelepasan merpati diringi dengan tabuhan rapai pasee oleh group rapai yang didatangkan dari Aceh Utara.  

Berikut Foto-fotonya:










sumber: atjehpost.com

Gubernur Janji Realisasikan MoU

Fotot dari kiri: Mantan Menkumham Hamid Awaluddin, Pemangku Wali Nanggroe Malik Mahmud, Gubernur Zaini Abdullah, Ketua DPRA Hasbi Abdullah, Pangdam IM Mayjen Zahari Siregar, Kapolda Irjen Pol Iskandar Hasan, dan Kajati T Syahrizal melepas merpati pada peringatan 7 tahun MoU Helsinki di halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Rabu (15/8).

* Pelaku Seni ‘Mentas’ di Simpang Lima

BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Zaini Abdullah berjanji merealisasikan butir-butir MoU Helsinki yang belum terwujud. Gubernur meminta semua elemen masyarakat, seperti ulama, LSM, cendik pandai, media, dan stakeholder terkait mendukung semua program itu untuk pembangunan dan perdamaian Aceh.

Gubernur Zaini menyampaikan itu dalam sambutan tertulisnya pada peringatan ke-7 penandatanganan MoU Helsinki antara Pemerintah RI dengan GAM. Puncak peringatan digelar di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu (5/8) sore. Selain Muspida plus, kegiatan itu juga dihadiri mantan Menteri Hukum dan HAM RI, Hamid Awaluddin yang juga juru runding ketika itu.

Menurut Gubernur, dalam rangka pelaksanaan nota kesepahaman antara Pemerintah RI dengan Gerakan Aceh Merdeka yang ditandatangani di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005, Presiden menginstruksikan Gubernur sebagai Kepala Pemerintah Aceh menyiapkan rencana dan kebijakan menyangkut penyempurnaan UU tentang Penyelenggaraan Pemerintahan.

“Nama Aceh dan gelar pejabat senior yang dipilih, perbatasan, penggunaan simbol-simbol daerah, termasuk bendera, lambang dan himne, serta penyusunan qanun dan pembentukan Lembaga Wali Nanggroe,” kata Gubernur Zaini.

Gubernur menyebutkan, instruksi Presiden selanjutnya adalah melaksanakan reintegrasi dan pemberdayaan setiap orang terlibat GAM dalam masyarakat mulai dari penerimaan, pembekalan, pemulangan ke kampung halaman, dan penyiapan perkerjaan. “Instruksi Presiden itu harus sama-sama kita kawal agar dapat terbentuk proses integrasi politik dan integrasi ekonomi yang nyata dan dirasakan langsung rakyat Aceh,” tegas Gubernur.

Gubernur menambahkan, Pemerintah Pusat juga masih memiliki sejumlah PR yang belum direalisasikan, terutama menyangkut Peraturan Pemerintah, Perpres, dan Kepres berkaitan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UU-PA).

“Namun perlu kita pahami, keterlambatan ini bukanlah akibat kesengajaan, tapi karena memang ada hal-hal lain yang harus didahulukan. Insya Allah, dalam waktu dekat, butir-butir yang belum terealisasi itu akan bisa segera kita implementasikan,” janji Gubernur.

Dalam rangkaian acara itu, Hamid Awaluddin, Gubernur, dan pejabat Aceh melepas merpati tanda perdamaian. Tadi malam, seniman muda Aceh, menggelar pentas seni dan teaterikal memperingati 7 tahun MoU Helsinki yang dipusatkan di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh. Aksi tersebut bertema; Saleum Damee dari Ureung Seni.

Kegiatan pentas seni kaum muda yang sempat memacetkan arus lalu lintas di Bundaran Simpang Lima tersebut berlangsung mulai pukul 22.00 WIB dan baru berakhir sekira pukul 24.00 WIB. Kemacetan muncul karena pelaku seni duduk di badan jalan. Tapi, kesemrautan tersebut bisa dikendalikan setelah Satuan Lalu Lintas Polresta Banda Aceh turun ke lokasi. “Kami kaum muda perlu ruang eksplorasi. Tanpa orang tua pegiat seni, kami juga bisa berekspresi,” kata Rasyidin dibenarkan rekannya, Fadhlan Bachtiar selaku koordinator aksi.

Menurut Rasyidin, perkumpulan seniman muda Aceh itu tergabung dalam Komunitas Jaroe, Apotek Wareuna Aceh, Sanggar Mandaya, dan Bestek.

Selain itu juga ada pelaku seni dari HNS, Teater Nol, Rongsokan, Sanggar Cut Nyak Dhien, Musisi Madein Made, Krak Aceh Community, Sanggar Cit Ka Geunta, dan Sanggar Putroe Phang. “Para pelaku seni rupa, seni tari, dan seni musik mengkreasikan ide dan konsepnya masing-masing,” pungkas Rasyidin.

Fadhlan menambahkan, “Elemen-elemen pegiat seni sudah tidak memiliki tempat. Kita memilih Simpang Lima sebagai ruang terbuka dengan harapan ke depan pelaku seni muda ini juga memiliki ruang seni yang inovatif.[]

sumber: http://aceh.tribunnews.com

Pemerintah Wajib Tuntaskan UUPA

Written By Administrator on Rabu, 15 Agustus 2012 | 11.01

Pemangku Wali Nanggroe, Malik Mahmud (tengah) didampingi Sekda Aceh, T Setia Budi (dua kiri) dan Ketua BRA Pusat, Haniff Asmara (kanan) memberikan keterangan pers menjelang peringatan 7 tahun penandatangi MoU Helsinky di Meuligo Wali Nanggroe, Geuce Kayee Jato, Banda Aceh, Selasa (14/8).

* Pernyataan Malik Mahmud pada Konferensi Pers 7 Tahun MoU Helsinki

BANDA ACEH - Tokoh penandatanganan nota kesepahaman (MoU) perdamaian Aceh, Tgk Malik Mahmud Alhaytar mengatakan tujuh tahun perdamaian Aceh masih menyisakan tugas berat yang harus dipikul Pemerintah Aceh.

“Tugas itu antara lain adalah menyempurnakan implementasi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA-red) sebagai turunan dari MoU Helsinki. Pemerintah saat ini punya kewajiban untuk itu agar pembangunan di Aceh bisa berjalan baik,” kata Malik Mahmud dalam konfrensi pers peringatan tujuh tahun MoU Helsinki, di Mess Mentroe, Banda Aceh, Selasa (14/8). Malik Mahmud didampingi Sekda T Setia Budi dan Ketua BRA Hanif Asmara.

Tanggal 15 Agustus merupakan salah satu hari bersejarah bagi rakyat Aceh. Karena tepat 7 tahun lalu, delegasi Pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang berunding di Helsinki, Finlandia, sepakat menandatangani nota kesepahaman bersama (MoU) untuk mengakhiri konflik bersenjata yang telah berusia 30 tahun dan memakan ribuan korban jiwa.

Penandatanganan nota kesepahaman yang kemudian dikenal dengan nama MoU Hensinki ini, dimediasi oleh Crisis Management Initiative (CMI), sebuah lembaga yang dipimpin mantan Presiden Finlandia Marthi Ahtisaari. Ketika kesepakatan damai ini ditandatangani, Aceh masih dalam keadaan tanggap darurat akibat bencana gempa dan tsunami 26 Desember 2004, yang menelan korban hingga 130 ribu jiwa.

“Ini adalah sejarah yang tak pernah terlupakan bagi rakyat Aceh. Walau pun berat tapi kesepakatan itu adalah hasil kompromi yang terbaik bagi rakyat Aceh yang ketika itu tengah dilanda bencana,” ujarnya.

Malik Mahmud menyebutkan saat ini Pemerintah Aceh berkomitmen untuk terus mengawal dan menyempurnakan UUPA di bawah kepemimpinan Zaini Abdullah, yang juga tokoh GAM yang terlibat langsung dalam perundingan Helsinki.

Menurut Malik diupayakan penyempurnaan UUPA dapat tuntas selama kepempimpin Zaini Abdullah dan Presiden SBY. Sebab kedua tokoh ini dinilai sangat mengerti dengan konflik Aceh yang berujung dengan perdamaian.

“Saya memberi apresiasi kepada Pak SBY dan Yusuf Kala yang telah merintis perdamaian ini. Tapi MoU juga terus diperjuangkan di bawah Pemerintahan doto Zaini karena ini akan menjadi pusaka bagi rakyat Aceh untuk masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Disebutkan semua elemen rakyat Aceh baik di kalangan pemerintahan maupun masyarakat harus tahu substansi MoU dan UUPA. Sehingga rakyat Aceh sadar akan apa yang menjadi hak dan kewajibannya dalam UU tersebut.

Bila perlu, kata Malik, UUPA dan MoU Helsinki dapat dimasukkan dalam materi pendidikan di sekolah agar semua generasi Aceh tahu tentang sejarah.

“Mengapa harus ada UUPA, mengapa harus ada MoU? Kalau ini tidak dilakukan kita bisa lose (hilang-red) lagi seperti Perjanjian Lamteh, sudah disepakati tapi tidak diimplementasikan. MoU jangan sampai MoU menjadi it’s was only the paper (hanya ada di atas kertas-red),” ujarnya.

Malik Mahmud juga menyatakan keprihatinannya hingga saat ini ada masyarakat dan generasi muda Aceh dan kalangan pemerintah yang tidak tahu tentang MoU dan UUPA. Karena itu, pihaknya menyambut baik inisiatif Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan yang membentuk tim mengevaluasi implementasi MoU Helsinki dan UU Nomor 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA). Dia menilai langkah ini adalah bagian dari upaya menyosialisasikan MoU kepada masyarakat. “Orang Aceh harus tahu tentang ini (MoU dan UUPA-red). Ini adalah sejarah yang tidak bisa dilupakan,” ujarnya.(sar)

Hari Ini, Gubernur Pidato di Masjid Raya

KABAG Humas Pemerintah Aceh Usamah El-Madny yang dihubungi Serambi malam tadi mengatakan, puncak peringatan tujuh tahun MoU Helsinki akan dipusatkan di Masjid Raya Baiturrahman, Rabu (16/8) hari ini.

Pada pucak peringatan MoU kali ini dilaksanakan serangkaian kegiatan. Termasuk Gubernur Aceh Zaini Abdullah akan menyampaikan pidato di depan Masjid Raya Baiturrahman yang kemudian akan diakhiri dengan buka puasa bersama para anak yatim.

Jajaran pemerintah Aceh yang tergabung dalam Rakorpimda juga diundang. “Sebelumnya dalam rangka peringatan tujuh tahun MoU Helsinki juga diadakan kegiatan talk show di beberapa media,” ujarnya.

Usamah menyebutkan dalam pidato di Masjid Raya, Doto Zaini akan mengajak semua pihak merawat dan mengisi damai Aceh. Salah satunya dengan cara mengupayakan pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian rakyat Aceh dapat merasakan nikmat damai yang sudah bersemi selama tujuh tahun di Bumi Serambi Mekkah.[]

sumber: http://aceh.tribunnews.com

Malik Mahmud: Sinkronisasi UUPA dan MoU Helsinki Membuat Aceh Lebih Sejahtera


BANDA ACEH - Pemerintah Aceh hari ini menggelar jumpa pers peringatan tujuh tahun penandatanganan MoU Helsinki, di kediaman Pemangku Wali Nanggroe, Malik Mahmud Alhaytar, Geucheu Kayee Jato, Banda Aceh, Selasa 14 Agustus 2012.

Acara yang dilangsungkan sekitar pukul 11.55 WIB tadi diikuti Malik Mahmud, Sekretaris Daerah Aceh T Setia Budi, dan unsur panitia seperti Hanif Asmara dan Sayed Abdul Aziz.

Malik Mahmud mengharapkan dengan berjalannya perdamaian hingga usia tujuh tahun ini mampu merampungkan semua butir-butir UUPA dari MoU Helsinki. "Karena MoU Helsinki merupakan fundamen awal perdamaian antara RI dan GAM," kata Malik.

Malik mengatakan kalau UUPA bisa disinkronkan dengan MoU Helsinki, ia bisa menjamin tidak ada lagi masalah ke depan antara RI-GAM (Jakarta-Aceh).

Malik juga berharap semua masyarakat Aceh memahami dan mengetahui sebab musabab konflik terjadi di Aceh. Karena, kata dia, dengan memahaminya orang Aceh bisa selalu menjaga marwah, kepentingan, dan hal lainnya yang ada di Aceh.

"Termasuk UUPA yang belum semuanya beres dan akan dibereskan dalam waktu dua tahun ini," ujar dia.[]

sumber: http://atjehpost.com

Malik Mahmud: Turunan UUPA Akan Dibereskan Dalam Dua Tahun

BANDA ACEH – Pemangku Wali Nanggroe Malik Mahmud mengatakan seluruh produk turunan Undang-Undang Pemerintahan Aceh yang belum selesai, akan dituntaskan dalam waktu dua tahun ke depan.

Hal itu ditegaskan Malik Mahmud dalam jumpa pers bersama Pemerintah Aceh yang digelar di Meuligoe Pemangku Wali Nanggroe di Geuceu Kayee Jatoe, Banda Aceh. Hadir dalam jumpa pers menyambut tujuh tahun perdamaian Aceh itu antara lain Sekretaris Daerah Teuku Setia Budi, dan Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Hanif Asmara.

Dalam kesempatan itu Malik Mahmud berharap perdamaian Aceh yang telah berlangsung tujuh tahun masih menyisakan sejumlah produk turunan dari UUPA yang hingga kini belum terselesaikan. Malik pun berharap turunan UUPA itu sesuai dengan MoU Helsinki yang ditantangani oleh Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka pada 15 Agustus 2005 silam.

Malik tak merinci produk turunan tersebut. Namun, berdasarkan catatan The Atjeh Post, sejumlah produk turunan UUPA yang hingga kini masih belum selesai diantaranya; Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pengelolaan Bersama Minyak dan Gas, dan RPP tentang kewenangan pemerintah yang bersifat nasional di Aceh.

"Karena MoU Helsinki, merupakan pondamen awal perdamaian antara RI dan GAM," kata dia.

Malik menambahkan, kalau UUPA bisa disinkronkan dengan MoU Helsinki, ia bisa menjamin tidak ada lagi masalah ke depan antara RI-GAM (Jakarta-Aceh).

Malik juga berharap, agar semua masyarakat Aceh memahami dan mengetahui sebab musabab konflik terjadi di Aceh karena apa. Karena, kata dia, dengan memahami hal tersebut, orang Aceh bisa selalu menjaga marwah, kepentingan dan hal lainnya yang ada di Aceh.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi saat melantik Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh pada 25 Juni lalu berjanji akan membantu menyelesaikan hal-hal yang masih menyangkut dalam hubungan Aceh - Jakarta.

"Mendagri akan menjadi poros untuk menyelesaikan masalah ini," kata Gamawan Fauzi kala itu.[]

sumber: http://atjehpost.com

Malik Mahmud Berterima Kasih Pada SBY dan JK

BANDA ACEH – Pemangku Wali Nanggroe Malik Mahmud mengucapkan terima kasih kepada Soesilo Bambang Yoedhoyono (SBY) selaku Presiden Republik Indonesia dan Jusuf Kalla serta pihak lain yang telah menyukseskan perdamaian di Aceh. Ucapan terima kasih ini disampaikan oleh Malik Mahmud saat melakukan jumpa pers di kediamannya Geucheu Kayee Jathoe, Selasa 14 Agustus 2012.

“Orang-orang seperti inilah yang diperlukan di negara ini karena mereka mempunyai visi jauh ke depan,” kata Malik Mahmud, didampingi Sekda Aceh T. Setia Budi dan Panitia dari Partai Aceh, Hanif Asmara.

Kata dia, kedua orang tersebut mempunyai jasa besar dalam pelaksanaan perdamaian Aceh. Karena itu, Malik Mahmud mengharapkan agar implementasi Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA) harus bisa diselesaikan dalam waktu cepat.

“Karena SBY selaku pihak yang terlibat langsung dalam perdamaian masih menjadi Presiden Republik Indonesia dan beberapa menteri yang masih paham mengenai MoU Helsinki, masih ada,” kata dia.

Dia juga berharap agar UUPA yang berdasarkan kepada MoU Helsinki tidak menjadi Ikrar Lamteh kedua nantinya bagi Aceh. Karena itu, Malik menekankan agar semua pihak mengimplementasikan UUPA. Penekanan ini, dikatakan Malik agar UUPA nantinya tidak menimbulkan masalah bagi semua pihak.

Malik Mahmud juga mengatakan, implementasi UUPA sebelumnya pernah berjalan tersendat-sendat akibat tidak adanya dukungan yang tegas dari Pemerintahan Aceh, periode lalu. Karena itulah, dia berharap dengan kepemerintahan yang dipangku oleh Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf sekarang ini, tidak mengikuti hal serupa.

Selain itu, Malik mengatakan dengan mempercepat penyelesaian UUPA sesuai dengan MoU Helsinki maka dipastikan pelaksanaan pembangunan di Aceh tidak akan berbenturan dengan aturan-aturan yang ada.

“Karena selama UU PA belum diselesaikan, UU di Aceh akan berjalan tumpang tindih antara aturan pusat dan daerah sehingga berujung pada terganggunya pembangunan,” ujar dia.[]

sumber: http://atjehpost.com/

[Foto-foto]: Mualem Buka Puasa di Bireuen

BIREUEN – Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf akrab disapa Mualem, menghadiri buka puasa bersama yang digelar Bupati Bireuen Ruslan M Daud di Meuligoe Residence, Cot Gapu, Bireuen, Selasa sore, 14 Agustus 2012.


Mualem tiba di Bireuen menjelang waktu berbuka. Dia terlihat bersama Teungku Haji Usman Kuta Krueng yang akrab disapa Abu Kuta Krueng. Mualem bersilaturahmi dengan kalangan Komite Peralihan Aceh Wilayah Batee Iliek dan pejabat Pemerintah Bireuen yang turut menghadiri buka puasa bersama itu.


Usai salat magrib dan menikmati hidangan berbuka puasa bersama, Mualem melanjutkan silaturahmi dengan para undangan Bupati Bireuen. Saat hendak meninggalkan acara tersebut ia pun diajak berfoto bersama oleh para pejabat Pemkab Bireuen dan hadirin lainnya.

Selain para pejabat Pemkab Bireuen, turut hadir pada acara buka puasa bersama itu Teungku Haji Muhammad Amin atau Abu Tumin Blang Bladeh dan Teungku Haji Muhammad Ishak atau Abu Cot Tarom yang juga imam besar Masjid Agung Bireuen.


Bupati Bireuen Ruslan M Daud mengatakan Mualem memang sengaja diundang pada acara tersebut. “Kebetulan juga Mualem ada keperluan,” ujar Ruslan M Daud.

Setelah buka puasa, dari kediaman Bupati Bireuen Ruslan M Daud, Muzakir Manaf melanjutkan perjalanan dengan menumpang mobil Kijang Innova BK 1803 QP. Dia terlihat semobil dengan Abu Usman Kuta Krueng.[]

sumber: atjehpost.com

Gubernur Zaini Jenguk Korban Penembakan

Written By Partai Aceh on Jumat, 29 Juni 2012 | 10.13

BANDA ACEH - Gubernur Aceh Zaini Abdullah atau yang sering disapa Doto Zaini Kamis, 28 Juni 2012 malam menjenguk anggota Komisi Peralihan Aceh (KPA) Langsa yang tertembak di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

Hal tersebut disampaikan Facrul Razi, Staf Gubernur Zaini kepada The Atjeh Post melalui telepon selularnya."Sekitar pukul sembilan malam Gubernur Zaini dan rombongan tiba di RSUZA," ujarnya.

Dalam kunjungannya, Doto Zaini mengharapkan korban agar cepat pulih dan bisa kembali beraktifitas. Ia juga berharap keluarga korban bisa tabah dengan cobaan ini.

Sebelumnya, Yah Din, anggota KPA Langsa, ditembak oleh orang tidak dikenal ketika melintas di Simpang Lambaro, Aceh Besar, pada Senin malam, 25 Juni 2012, sekitar pukul 20.45 WIB.

Menanggapi hal itu, Kamis 28 Juni 2012 pagi, Gubernur Zaini mengadakan rapat tertutup bersama Kapolda Aceh, KASDAM, Kajati dan Ketua Komisi A, membahas keamanan dan politik Aceh setelah dilantiknya Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh.[]

Sumber: atjehpost.com

Abu Razak: Partai Aceh Jangan Jadi Penonton

Written By Partai Aceh on Kamis, 28 Juni 2012 | 22.48

LANTAI dua Kantor Partai Aceh Sabtu, (9/6), pukul 09.30 WIB, Banyak tamu duduk di ruang tunggu, ada juga satu dua, lalu lalang dengan meneteng map yang rapi, sepertinya surat-surat yang harus segera ditanda-tangani.

Bagian rumah tangga, yang bernama Husna dengan ramah menyuguhkan kopi. Sesekali, terdengar menawarkan pada tamu, “teungku teh atau kopi” tanya Husna dengan ramah.  Abu Yuh,  Ketua Komite Peralihan Aceh, Meulaboh Raya bersama rombongan terlihat keluar dari ruangan. Lalu ruangan yang sama masuk pula Raja Mulia, Ketua Partai Aceh, Naga Raya dengan lima anggota. 
Itulah ruang kerja Abu Razak, panggilan akrab Kamaruddin Abubakar, yang dicat dengan warna khas Partai Aceh, perpaduan warna merah, hitam, putih. 

“Siang nanti, kami bersama pengurus akan berangkat ke Nagan Raya, menghadiri pertemuan silaturrahmi partai koalisi pendukung pasangan Cabup/Cawabup Nagan Raya, Drs HT Zulkarnaini/HM Jamin Idham” kata Abu Razak.

“Sebentar lagi ada pertemuan dengan Ketua Komite Peralihan Aceh, dan Partai Aceh Wilayah Alas, Aceh Tenggara”, tambah Ketua Pemenangan Pusat Calon Kepala – Wakil kepala Pemerintah Aceh, dr. H. Zaini Abdullah – Muzakir Manaf, membuka pembicaraan.
Di sela-sela menerima tamu, Wakil Ketua Komite Peralihan Aceh dan Partai Aceh ini menjawab pertanyaan Hamdan Budiman.

Jadwal anda sangat padat ?
  
Ya, itu sejak dulu, sejak Partai Aceh mendaftarkan Calon Kepala Pemerintah. Kita harus bertemu dengan banyak orang  untuk mejelaskan visi-misi  guna membangun kebersamaan dan kekompakkan. Terutama kekompakkan Tim Pemenangan dari tingkat pusat sampai ke Gampong-gampong.

Pada putaran pertama, Partai Aceh meraih dukungan rakyat, bagaimana dengan putaran dua?

Alhamdulillah, Partai Aceh menang ditingkat Propinsi dan menang di enam Kabupaten, serta tiga pasangan masuk dalam putaran kedua. Makanya, sampai saat ini, Partai Aceh terus melakukan konsolidasi dan kampanye kedaerah-daerah yang masuk putaran dua.

Di Aceh Barat, setelah Kader yang diusung Partai Aceh, kalah, kita telah melakukan kontrak politik dengan Calon Bupati– Wakil Bupati Aceh Barat, Teuku Alaidinsyah dan Rachmat Fitri. Begitu juga di  Nagan Raya dengan Calon Baupati– Wakil Bupati Drs HT Zulkarnaini/HM Jamin Idham dan di Aceh Tenggara Kita dukung sedangkan, pasangan Ir. H. Hasanuddin Beruh,MM dan H. Ali Basrah, S.Pd, MM nomor urutan 2.
Sementara di Bieureun, Calon Bupati-Wakil Bupati Ruslan M Daud/Mukhtar Abda dan Aceh Barat Daya, Ir. Jufri Hasanuddin,MM – Yusrizal Razali, itu memang sudah kader Partai Aceh.

Berkoalisi dengan partai lain yang lolos ke putaran dua apa untungnya, toh Kepala Pemerintah Aceh kan tetap dari Partai Aceh?

Partai Aceh harus menang di Kabupaten/kota, supaya mudah bersinergi dan koordinasi dalam menjalankan visi-misi mensejahterakan masyarakat. Selama ini, sangat banyak masyarakat Aceh belum memperoleh haknya untuk memperbaiki taraf hidup. Makanya, Kader Partai Aceh jangan jadi penonton, kerana kita adalah pemain.

Apa harapan Anda pada masyarakat, khususnya kader Partai Aceh? 

Ya, kita telah mengintruksikan kepada jajaran Komite Peralihan Aceh dan Partai Aceh  untuk terus berkerja keras, membangun komunikasi dengan semua pihak agar terwujud kekompakan, memperkecil perbedaan, menta’ati keputusan tertinggi partai, tidak terpancing dengan isu-isu murahan.
Bagitu juga, kita minta para ulama, tokoh masyarakat, dan segenap lapisan masyarakat untuk terus membantu dan berdoa agar seluruh Calon Bupati yang diusung Partai Aceh mendapat kemenangan, karena tujuan kita sama untuk mewujudkan cita-cita perjuangan rakyat Aceh.

Tiba-tiba, seorang tamu masuk, lelaki itu berbadan tegap, mungkin anggota Komite Peralihan Aceh, atau bahkan mungkin pengurus organisasi mantan kombatan, langsung menghampiri Abu Razak, ia mengatakan sesuatu sambil berbisik. “Ia, ya kita berangkat”, kata Abu Razak tiba-tiba. “Kamu harus berangkat juga ke Nagan Raya”, tambahnya pada lelaki itu.  []

sumber: atjehpost.com

Gubernur Minta Tim TAPA Rampungkan KUA-PPAS

BANDA ACEH- Gubernur Aceh Zaini Abdullah meminta Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) segera merampungkan dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) RAPBA 2013.

“Agar pengesahan APBA 2013 tepat waktu sesuai harapan Mendagri saat pelantikan lalu,” kata Zaini Abdullah dalam Rapat Pimpinan SKPA di ruang Pengendalian Percepatan Kegiatan (P2K) – APBA di Kantor Gubernur siang tadi, Kamis 28 Juni 2012.

Selain itu, Zaini juga meminta jajaran SKPA segera mencarikan jalan keluar terhadap sejumlah paket proyek yang masih terkendala sehingga proyek-proyek yang telah direncakan tersebut dapat berjalan sesuai harapan.

Gubernur juga berencana akan akan memanggil secara berkala masing-masing SKPA untuk mendiskusikan program kerja SKPA secara rinci. “Kepemimpinan Zaini - Muzakir siap dikritisi, namun kritik yang berikan diharapkan kritik yang membangun demi kemasyalatan Rakyat Aceh,” kata Zaini.[]

sumber: atjehpost.com

Doto Zaini: SKPA Harus Bekerja Keras!

BANDA ACEH - Seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) diminta bekerja dengan keiklasan, transparan dan penuh kejujuran. Hal itu disampaikan Gubernur Aceh Zaini Abdullah dalam Rapat Pimpinan SKPA di ruang Pengendalian Percepatan Kegiatan (P2K) Kantor Gubernur siang tadi, Kamis 28 Juni 2012.

Selain Gubernur Zaini, hadir dalam rapat itu Wagub Muzakir Manaf, Sekda Aceh Setia Budi dan seluruh Kepala SKPA.

Pada pertemuan tersebut Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh meminta para Kepala SKPA menyampaikan gambaran umum program kerja SKPA, visi-misi, hambatan-hambatan kerja serta tahapan tahapan kinerja selanjutnya.

Untuk target yang belum tercapai, Zaini - Muzakir mengharapkan agar laporan harus sesuai dengan kerja di lapangan, baik dari segi mutu dan target capaian. "Kedepan harus ada mutu dalam laporan maupun mutu dalam pekerjaan itu sendiri,” Kata Zaini. Untuk mencapai itu, kata Zaini, tentu harus bekerja keras. []

sumber: atjehpost.com

Zaini Abdullah Ucapkan Terima Kasih kepada Negara Donor yang Bantu Rekonstruksi Aceh

Written By Partai Aceh on Rabu, 27 Juni 2012 | 22.02

BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, mengucapkan terima kasih kepada negara-negara donor yang tergabung dalam Multi Donor Fund (MDF) yang telah membantu proses rekonstruksi Aceh.

Hal itu disampaikan Zaini saat menghadiri Lokakarya Penutupan dan Pembelajaran Aceh Govenrment Tranformation Programme di Hermes Palace Hotel, Selasa, 26 Juni 2012.

Dalam kesempatan itu, Zaini mengatakan pemerintah dan rakyat Aceh sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh negara-negara donor melalui MDF.

"Pemerintah bersama Rakyat akan menjaga seluruh aset yang telah disumbangkan oleh donor," katanya. []

Sumber: atjehpost

Mualem Ucapkan Terima Kasih Kepada Masyarakat Nagan Raya

SUKA MAKMUE - Wakil Gubernur terpilih Aceh Muzakir Manaf atau Mualem, menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Nagan Raya yang telah memilihnya bersama Zaini Abdullah sebagai Gubernur-Wakil Gubernur Aceh periode 2012-2017.

“Terima kasih kepada semua masyarakat yang telah mendukung kami,” ujar Mualem dalam pertemuan singkatnya dengan masyarakat Nagan Raya, di Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya, Kamis 21 Juni 2012.

Dalam pertemuan yang dihadiri ribuan warga Nagan itu turut hadir beberapa pengurus Partai Aceh baik dari PA Pusat maupun beberapa pengurus PA Wilayah lainnya.

Hadir juga salah satu pasangan calon bupati-wakil bupati nomor urut 4 yang maju pada putaran kedua Pilkada Nagan Raya, T Zulkarnaini – Jamin Idham.

Mualem juga mengajak seluruh masyarakat Nagan Raya untuk mendukung pasangan yang telah berkoalisi dengan Partai Aceh pada pilkada putaran nantinya.[]

Sumber: atjehpost.com

Hari Pertama Gubernur Baru

PAGI-PAGI lelaki berusia 72 tahun itu telah tiba di kantor gubernur. Ini hari pertama ia bertugas sebagai Gubernur Aceh. Dengan mengenakan baju coklat khas pegawai negeri sipil, Zaini Abdullah langsung menuju ke ruangan yang telah dipersiapkan sebagai ruang kerjanya di lantai dua.

Hari ini, Selasa 26 Juni 2012, Zaini mengawali hari pertamanya sebagai gubernur dengan bertemu dengan Delegasi Uni Eropa. Pagi itu, di atas meja dalam ruang rapat gubernur tersaji nasi gurih, rendang, tauco, udang goreng, paru goreng, dan dendeng Aceh. Ya, Zaini menyambut tamunya dengan sarapan pagi bersama.

Tepat pukul 08.20 WIB, empat perwakilan Delegasi Uni Eropa tiba. Mereka memakai jas. Zaini menyambut dengan jabat tangan dan pelukan. Pertemuan itu terasa hangat.

Salah satu delegasi yang hadir adalah Andre Nilsson, Asisten Dua Kedutaan Swedia, tempat Zaini pernah mendapat suaka politik selama 30 tahun. Tiga lainnya adalah Giovanni Serrtella, Head of Office Delegation of the European to Indonesia, Colin Crooks, Minister Counsellor Deputy Head of Delegation, dan Luc De Meester, Team Leader Aceh District Response Facility.

Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf juga hadir di ruangan. Mualem didampingi Asisten II, Kepala Biro Hukum, serta Kepala Humas yang mendampingi Zaini di awal kerjanya itu.

Usai sarapan, rapat pun dimulai. Zaini yang duduk di tengah terlihat sangat impresif.  Pertemuan itu membahas delapan hal: pertambangan, penebangan liar, hutan lindung, Rawa Tripa, kesiagaan menghadapi ancaman bencana tsunami, pembangunan ekonomi, pariwisata, dan pertanian.  Hal ini dianggap Zaini dapat mempercepat kemajuan ekonomi Aceh dalam waktu singkat.

Pukul 09.20 WIB pertemuan berakhir. Zaini pun bergegas menaiki Alphard bernomor polisi BL 1. Lokasi yang dituju Hotel Hermes Palace. Di sana sedang berlangsung Lokakarya Penutupan dan Pembelajaran Aceh Govenrment Transformation Programme. Zaini diminta menyampaikan kata sambutan.

Zaini mengatakan pemerintah dan rakyat Aceh sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan negara-negara donor melalui Multi Donor Fund. "Pemerintah bersama rakyat akan menjaga seluruh aset yang telah disumbangkan oleh donor," katanya seraya berterima kasih kepada negara-negara donor yang telah membantu proses rekonstruksi Aceh.

Zaini juga memaparkan lima program prioritas pemerintahannya hingga lima tahun ke depan. Kelima program itu adalah tata kelola pemerintah, penerapan nilai-nilai budaya Aceh, memperkuat struktur ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan menciptakan nilai tambah dari kegiatan ekonomi rakyat.

Ia juga mengatakan akan memperbaiki pelayanan masyarakat yang lebih baik serta mendorong aparatur pemerintah untuk memiliki akhlak mulia.

Setelah dua agenda yang mengawali kegiatan Zaini Abdullah di hari pertama kerjanya, mobil dinas gubernur yang dikawal polisi itu pun kembali ke Kantor Gubernur, melanjutkan tugas baru yang telah menanti.[]

Sumber: atjehpost.com

Hari Pertama Kerja, Doto Zaini Terima Hashim di Kantornya

BANDA ACEH - Gubernur Aceh Zaini Abdullah hari ini, Selasa 26 Juni 2012 menerima kedatangan Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo di ruang kerjanya di kantor gubernur Aceh.

Hashim datang bersama anaknya Aryo Djojohadikusumo dan juga mantan Pangdam Iskandar Muda Mayjen (Purn) Soenarko serta rombongan. Ketika sampai di kantor gubernur, Hasyim dan rombongan langsung masuk ke ruang gubernur Zaini Abdullah.

Pertemuan tertutup tersebut berlangsung selama satu jam, dari mulai pukul 15.00 sampai dengan pukul 16.00 wib. Sampai sekarang, belum diketahui apa yang dibicarakan dalam pertemuan itu.

Hashim yang juga adik kandung Prabowo Subianto masih berada di Banda Aceh sejak menghadiri pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh di gedung DPRA kemarin. Rencanya, Hashim akan langsung bertolak ke Jakarta sore ini dengan pesawat pribadinya melalui bandara Lanud Iskandar Muda.[]

Sumber: atjehpost.com

Sebuah syair singkat yang terkarang di masa jelang Pilkada 2012

Written By Partai Aceh on Senin, 25 Juni 2012 | 15.06

HARI ini, 25 Juni 2012, Aceh resmi memiliki pemimpin baru. Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf, yang pada masa Pilkada dikenal sebagai pasangan "zikir," bertempat di Gedung DPRA, dilantik oleh Menteri Dalam Negeri RI, Gamawan Fauzi, sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2012-2017.
Kita ucapkan selamat untuk jabatan strategis, sekaligus bergengsi, juga penuh tantangan ini. Kita sampaikan juga terimakasih kepada pemimpin sebelumnya yang telah melakukan sesuatu, dengan daya dan upaya yang mungkin dilakukan. Sikap paling hormat tentu kita sampaikan kepada rakyat, karena terus menjaga ruang kesabaran, kesempatan, dan doa bagi kaum elit Aceh untuk berbuat lebih nyata, dan lebih nyata lagi bagi rakyat.

Terkait doa rakyat itu, bisa dirasakan dari sebuah syair singkat yang terkarang di masa jelang Pilkada 2012:

Alah hai dek/Alah hai bang/Beudoh rijang/Bek teungeut le/
Ta mat catok/Ta mat parang/Ta peugoet blang/Pula padee/
Bek taharap/Bek ta preh le/Hana soba/
Hana troh le/Jino laju/Jino sigra/Jino ta jak/Ta ek u glee/
Bek ta harap le troeh bencana/Mangat na bantuan loem dari awak lua/
Bek ta harap le bak Apba/Mangat na tender yang jeut ta bagi dua/
Beudoh sigra peuna keureuja/Pula campli pula pala/
Sambe ta preh ta meudoa/Troeh pemimpin baroe teuma.

Pemimpin baru Aceh itu, yang hari ini dilantik, selanjutnya akan menjadi pawang bagi perjalanan baru kapai Aceh. Memang, ada sedikit rasa hambar jika dilihat dari jarak waktu kemenangan dengan pelantikan. Rasa hambar yang sempat menimbulkan spekulasi politik soal adanya keengganan pusat menerima fakta politik Aceh ini, kini berakhir.

Spekulasi politik itu kini menjadi pertanyaan wajar, berupa apa terobosan pemimpin baru Aceh untuk memenuhi harapan rakyat. Sebuah harapan yang tidak lain adalah harapan diri sang pemimpin itu sendiri. Bukankah dulu mereka berdiri di garis depan dan atas nama sejarah dan rakyat mereka bicara soal harapan rakyat Aceh dalam bahasa perlawanan dan perjuangan?!

Memang, tidak sepenuhnya rakyat di Aceh setuju dengan formulasi kemerdekaan Aceh dari Indonesia. Tapi, semua pasti setuju jika rakyat Aceh merdeka (bebas) dari kemiskinan, kebodohan, dan kekerasan. Itulah mengapa ketika jalan damai menjadi pilihan mereka yang bertikai, rakyat berbondong-bondong bangkit bersatu berdiri di tepi jalan, menyambut perdamaian bak upacara menyambut kepulangan panglima prang dari medan perang dengan kabar kemenangan.

Pertanyaannya, apa harapan rakyat di masa damai? Formulasi canggihnya kita pulang sepenuhnya kepada tim perancang yang dimiliki pemimpin baru, atau yang kerap disebut think thank.  Kita tantang mereka untuk mewujudkan formulasi kesejahteraan yang sebenarnya sudah disampaikan oleh indatu ureung Aceh, sejak zaman dulu. Apa formulasi kesejahteraan itu?

Menurut kabar, yang masih terekam sampai kini, formulasi kesejahteraan itu, terdengar sederhana, dalam bahasa yang mudah dipahami rakyat, yakni: Pertama, utak beumeue asoo. Kedua, baje beek ruya rayoo. Dan, ketiga pruet jih beu troe".

Ketiga formulasi itu, dalam konteks kekinian tentu bisa dimaknai dengan pentingnya memerdekakan orang Aceh dari kebodohan, sekaligus pula dari tindakan dan kebijakan yang membodohkan rakyat. Jika harus dipilih, mungkin jauh lebih utama membebaskan rakyat dari tindakan dan kebijakan yang membodohkan karena efeknya jauh lebih bahaya.

Berikutnya, penting juga memerdekan rakyat Aceh dari kemiskinan. Orang Aceh harus menjadi orang yang alim dan kaya agar menjadi pribadi yang memiliki kesalehan spiritual sekaligus sosial. Menjadi pribadi yang memberi ketimbang yang menerima. Untuk itu, seluruh pundi-pundi yang bisa menjadi modal ekonomi, sosial, budaya, dan politik harus menjadi modal bergerak sehingga tidak menjadi modal yang mati suri sehingga keugob bek keu tanyoe pih bek menjadi beu jeut keuraseuki haleu ban mandum ureung.

Rakyat memang layak dibebaskan dari kemiskinan yang sifatnya ekonomi. Namun, pada saat yang sama jiwa-jiwa miskin para aparatur pemerintahan dan politikus juga harus segera di bebaskan dengan kepemimpinan yang tegas.

Kita, sepenuhnya percaya kepada kepemimpinan baru yang kini berdiri di pondasi yang kokoh, baik dari segi legitimasi rakyat maupun melalui legitimasi politik dalam artian dukungan parlemen. Bila dirasakan kurang, rakyat pasti akan siap berdiri di belakang untuk memberikan dukungan yang lebih banyak lagi.

Mengapa, karena nyaris tidak ada lagi alasan yang pantas untuk dikeluhkan. Ibarat ureung ek u, tangan sudah sampai menjangkau buah kelapa, dan siap menunggu dipetik. Di bawah, rakyat Aceh menunggu dengan khitmad hasil petikan, sambil berharap semoga tidak ada buah kelapa yang dilempar di kepala, meski dengan alasan tidak sengaja. Selamat memimpin.[]

13 Alasan Mengapa Memilih Partai Aceh

13 Alasan Mengapa Memilih Partai Aceh
Klik pada Gambar untuk membaca

Pengumuman

= INI MERUPAKAN WEBSITE RESMI PARTAI ACEH, SELAIN DARI WEBSITE INI ADALAH PALSU #WASPADA_PENIPUAN =

Berita Terbaru

Pidato Lengkap Mualem

Assalamulaikum Wr Wb!
Hoka syedara lon mandum...Nibak uroe nyoe, pada hari ini barusan tadi kita telah mendengarkan pidato penting yang disampaikan oleh Yang Amat Berhormat Dr Zaini Abdullah, calon Gubernur Aceh priode 2012-2017, yang diusung oleh partai yang kita cintai yaitu Partai... Ya, saudara-saudara Partai Aceh... Selengkapnya>>
 
Tentang Website: Syarat | Peta Situs | Kontak
Copyright © 2012. Official Website Partai Aceh - Hak Cipta dilindungi Undang-undang
Website:Tim Pemenangan Pusat
Partai Aceh