Headlines News :
Home » , » Perempuan Aceh dan Pilkada Damai

Perempuan Aceh dan Pilkada Damai

Written By Partai Aceh on Sabtu, 17 Maret 2012 | 13.31

Konflik regulasi yang terjadi dalam Pilkada di Aceh selain menjadi sebuah pertarungan politik, juga sebagai ajang mempromosikan visi, misi dan tujuan Partai. Secara tidak langsung masyarakat akan mendapat pembelajaran politik, masyarakat akan memahami kalau yang kita perjuangkan adalah hak mereka. Untuk itu kita akan atur strategi dan langkah-langkah, kita harus mempunyai plan A,B, C,D dan seterusnya. Dan kita harus bekerja mulai dini dengan konsep “ Peulee Rakan – Peuniet Musoh”, ujar mualem dalam sebuah pertemuan dengan beberapa orang perempuan kader partai di kediamannya.

Seusai pertemuan yang singkat itu, mereka yang dikoordinir oleh Anjar Aulia mulai menyusun kekuatan perempuan. Yang ada dalam benak mereka hanya, “kita (perempuan) harus bangkit dan kita harus ambil tanggung jawab”. Langkah awal mereka pada awal Oktober 2011 dengan melakukan pertemuan-pertemuan dengan tokoh-tokoh perempuan di beberapa Kabupaten. Di mulai dari Kabupaten Aceh Utara dan Lhokseumawe (tempat ia berdomsili), kemudian bergerak ke Kabupaten Bireuen, Bener meriah, Takengon, Langsa, Tamiang, dan sampai ke Aceh Tenggara.

Perjalanan Anjar dan teman-teman tidaklah semudah yang mereka bayangkan, bermodalkan tabungan sendiri dan minimnya fasilitas serta berbagai hambatan dalam perjalanan membuat langkah pergerakan mereka sedikit terbatas. Namun mereka terus bekerja karena waktu sangat mendesak. Mereka hanya berpegang pada prinsip “Ini Adalah Tanggung Jawab Kita, dan ini Kepentingan Nasional Aceh”

Kegigihan dan semangat Anjar dan teman-temannya mendapat apresiasi dari Panglima Wilayah Pase, tgk Zulkarnaini Ben Hamzah dengan melantik Tim Zikir dari Ormas Perempuan di Kabupaten Aceh Utara yaitu Lembaga Ureueng Inong Aceh Samudra (LUAS) dan Lembaga SRIKANDI untuk Kota Lhokseumawe. Yang mana rekrutment keanggotaan terdiri dari 2 (dua) orang anggota dari tiap-tiap dusun dalam gampong, kemudian mereka di kordinir oleh 2 atau 3 orang anggota pada tiap-tiap Kecamatan dan 1 (satu) orang koordinator di Kabupaten/ Kota. Sebagai penanggung jawab kegiatan Tim Pemenangan ZIKIR, mereka dibawah kendali Partai Aceh Wilayah masing-masing.

Kegiatan ini juga disambut hangat oleh tgk Darwis Djeunib selaku ketua Partai Aceh Wilayah (DPW) Kabupaten Bireuen dengan melantik Cut Matang sebagai ketua pemenangan TIM ZIKIR dari ormas perempuan “Putro Aceh”, sementara di Kabupaten Bener Meriah dalam wadah ormas perempuan “PUTRI MERIE”, di Aceh Tenggara “ SRIKANDI AGARA” dan sebagaian kabupaten lain dengan nama TIM Perempuan ZIKIR. Dan kesemuanya melakukan sistem pengrekrutan yang sama seperti halnya di Wilayah Pase. 

Kerja keras yang dilakukan oleh Anjar dan teman-temannya sangat cepat dan mendapat dukungan dari elemen masyarakat perempuan, dalam beberapa bulan mereka sudah merekrut ribuan anggota. Dan ketika acara Deklarasi Partai Aceh di stadium H.Murtala Banda Aceh, mereka dapat menghadirkan 6 (enam) orang perwakilan dari tiap-tiap gampong. Dan ini membuktikan antusias perempuan - perempuan Aceh ingin ikut berpartisipasi memperjuangkan hak-hak politik mereka dan pensetaraan posisi kehidupan melalui emansipasi yang demokratis sangatlah kuat.

Hal ini dilatarbelakangi oleh dampak konflik yang berkepanjangan yang telah merusak tatanan kehidupan dan peradapan mereka, perempuan sering dijadikan objek pelecehan serta diskriminasi. Begitu juga akibat yang di timbulkan oleh dampak Tsunami yang telah memporakporandakan struktur dan infrastruktur masyarakat, hancurnya perekonomian rakyat yang menjadikan lahirnya pengemis-pengemis perempuan yang semakin menjamur.
Dari kedua dampak tersebut, peluang bangkit dari keterpurukan sangatlah diharapkan sebuah mekanisme yang efisien dari perempuan sendiri, untuk itu Anjar dan teman-temannya mengajak seluruh elemen masyarakat perempuan untuk bersatu padu dalam penguatan perempuan. Karena kita pernah mempunyai sejarah kegemilangan perempuan Aceh di masa lampau, seperti kata Almarhum Paduka Wali Tgk Tjik Hasan Muhamad di Tiro “Bangsa Yang Maju Adalah Bangsa Yang Mengenal Tentang Sejarah Bangsanya Sendiri”.






Share this article :
 
Tentang Website: Syarat | Peta Situs | Kontak
Copyright © 2012. Official Website Partai Aceh - Hak Cipta dilindungi Undang-undang
Website:Tim Pemenangan Pusat
Partai Aceh