BANDA ACEH - Gubernur Aceh Zaini Abdullah menghadiri acara penutupan Aceh Peace Prosess Support atau APPS di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Rabu 23 Mei 2012.
Turut hadir juga Kepala Polda Aceh Irjen Pol Iskandar Hasan, Ketua DPRA Hasbi Abdullah, Anggota DPRA Abdullah Saleh, Adnan Beuransyah, Sekretaris Daerah Aceh T Setia Budi, dan perwakilan beberapa LSM internasional di antaranya Crisis Management Initiative, Uni Eropa, International Of Migration, dan lain-lain.
APPS tersebut didanai oleh Uni Eropa dalam rangka mendukung proses perdamaian di Aceh. Pada acara penutupan tersebut, masing-masing anggota APPS mempresentasikan laporan kerja mereka.
Dengan penutupan APPS itu, maka berakhir semua kegiatan pemantauan perdamaian di Aceh oleh LSM dan lembaga pemerintah lainnya.
Benhard May dari CMI mengatakan projek APPS telah berjalan selama dua tahun.
"Tujuan kegiatan ini adalah mendukung proses perdamaian. Sampai kini situasi di Aceh cukup stabil dan berkembang, menuju pembangunan berkelanjutan, itu yang penting. Hal ini berangkat dari situasi konflik, post konflik, atau pasca konflik sampai ke pembangunan akhirnya sampai Aceh sudah stabil," katanya.[]
Sumber: atjehpost.com
Turut hadir juga Kepala Polda Aceh Irjen Pol Iskandar Hasan, Ketua DPRA Hasbi Abdullah, Anggota DPRA Abdullah Saleh, Adnan Beuransyah, Sekretaris Daerah Aceh T Setia Budi, dan perwakilan beberapa LSM internasional di antaranya Crisis Management Initiative, Uni Eropa, International Of Migration, dan lain-lain.
APPS tersebut didanai oleh Uni Eropa dalam rangka mendukung proses perdamaian di Aceh. Pada acara penutupan tersebut, masing-masing anggota APPS mempresentasikan laporan kerja mereka.
Dengan penutupan APPS itu, maka berakhir semua kegiatan pemantauan perdamaian di Aceh oleh LSM dan lembaga pemerintah lainnya.
Benhard May dari CMI mengatakan projek APPS telah berjalan selama dua tahun.
"Tujuan kegiatan ini adalah mendukung proses perdamaian. Sampai kini situasi di Aceh cukup stabil dan berkembang, menuju pembangunan berkelanjutan, itu yang penting. Hal ini berangkat dari situasi konflik, post konflik, atau pasca konflik sampai ke pembangunan akhirnya sampai Aceh sudah stabil," katanya.[]
Sumber: atjehpost.com


