 |
| Muzakir Manaf dan Mayjend (purn) Soenarko saat di sambut masyarakat Bener Meriah di Mesjid Agung Babussalam simpang tiga Redelong Bener Meriah |
Rodelong-Iringan mobil rombangan Muzakir Manaf (Mualem) dan Soenarko bergerak ke Benar Meriah dalam rangka silahturrahmi dengan masyarakat setempat. Dalam rombongan tersebut selain muzakir manaf dan soenarko juga ikut beberapa timses pemenangan pasangan perjuangan dan perdamaian yakni, Dr. Hilmy Bakar, kausar serta jubir KPA pusat Muklis Abee. Iringan mobil yang mencapai 50 unit tersebut bergerak dari Banda Aceh pada pukul 18.45 wib. Rombongan menyempatkan diri shalat magrib berjamaah di mesjid Lambaro, Aceh Besar.
Konvoi rombongan sempat singgah di Bireun untuk makan malam di Meuligoe Hotel dan kemudian melanjutkan perjalanan kebener meriah tepat pukul 12.00 wib. Mengapa perjalanan dilakukan di malam hari, karena menurut Muklis Abee ” kita melakukan perjalanan dimalam hari karena menghindari kemacetan, kita tidak mau masyarakat pengguna jalan terganggu oleh konvol mobil rombongan” ujarnya. Rombongan tersebut tiba di Benar Meriah pada pukul 02.00 wib dini hari di sambut langsung oleh masyarakat bener meriah di Mess Pemda setempat dan semua rombongan menginap di mess pemda yang terletak di jalan Mess Pemda, Simpang Tiga Redelong.

Muzakir Manaf dan Mayjend (purn) soenarko beserta rombangan disambut meriah oleh ratusan masyarakat Bener Meriah di Mesjid Agung Babussalam, simpang tiga, Redelong Bener Meriah. Diawali penyematan kain kerawang Gayo dan pekalungan bunga kepada Muzakir Manaf, Soenarko dan Muhklis Abee tersebut. Selanjutnya rombongan di persilahkan memasuki Mesjid Agung Babussalam. Acara maulid yang dilaksanakan masyarakat Bener Meriah turut di hadiri penceramah maulid Nabi, yakni tgk Hamid. Dalam ceramah singkatnya tgk Hamid meminta kepada Muzakir Manaf bahwa kalau Allah mengizinkan Dr. Zaini Dan Muzakir Manaf terpilih menjadi pemimpin Aceh kedepan, maka jadilah pemimpin seperti kepempinan Nabi Muhammad SAW. Selain itu juga, tgk Hamid mengharapkan supaya Partai Aceh menjadi obat penyejuk bagi rakyat Sebagaimana perjuangan yang dulu dilakukan oleh para syuhada dalam memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan rakyat Aceh.

Di alun-alun depan Mesjid Agung Babussalam tempat diadakannya puncak acara Maulid dan Zikir akbar. Muzakir Manaf dan Soenarko beserta rombongan kembali di sambut dengan tarian Gul oleh penari cilik yang memakai pakaian khas Gayo. Sirwandi Laut Tawar dalam kata-kata sambutannya mengharapkan kepada Partai Aceh supaya bisa menciptakan tiga hal, yaitu perdamaian yang berkelanjutan yang penuh dengan keadilan, stabilitas keamanan yang kondusif dan stabilitas politik. Sriwandi Laut Tawar melanjutkan, ” kalau jendral-jendral ini sudah mendukung Dr. Zaini/Muzakir Manaf, maka kami masyarakat Bener Meriah apalagi”, ujarnya di sambut aplus oleh ratusan masyarakat Bener Meriah.

Pada saat Mayjend (purn) Soenarko menyampaikan sambutan singkatnya, mengutarakan ”untuk menuju perdamaian dan persatuan, kita butuh modal yaitu pemimpin yang amanah”, ungkapnya. Selain itu Soenarko, mantan panglima kodam Iskandar Muda ini juga percaya bahwa Dr. Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf yang diusungkan PA benar-benar amanah. Sedangkan calon gubernur Aceh dari partai Aceh Muzakir Manaf menyampaikan diatas podium yang berukuran 4 x 2 meter tersebut bahwa,”Sriwandi meminta tiga hal, maka saya menambahkan tiga hal lagi kepada rakyat Bener Meriah dan Aceh Khususnya yaitu, pemerataan ekonomi, infrastruktur dan kesejahteraan tanpa timbang pilih,” ujarnya disertai aplus dari ratusan masyarakat tanah Gayo tersebut. Mualem sebutan Muzakir Manaf dalam KPA juga mengutarakan bahwa selama 5 tahun di pimpin oleh Irwandi apa yang sudah didapat oleh masyarakat Bener Meriah, Tidak ada apa-apa. Kedepan (janjinya-red) bila pasangan yang di usung partai Aceh Dr. Zaini dan Muzakir Manaf terpilih maka PR pertamanya adalah membangun jalan Bener Meriah Tembus simpang KKA
Diakhir acara puncak maulid nabi dan zikir akbar tiga ormas yakni, Gabungan Rakyat Damai Aceh (GARDA), Forum Keadilan Anak Bangsa (FORKAB), dan Pembela Tanah Air (PETA) di Benar meriah berikrar bahwa, masyarakat Gayo, etnis jawa, dan suku Aceh adalah harga mati untuk kemenangan Dr. Zaini dan Muzakir Manaf.[]