Headlines News :
Tampilkan posting dengan label Peraturan. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Peraturan. Tampilkan semua posting

Gubernur Janji Realisasikan MoU

Written By Administrator on Kamis, 16 Agustus 2012 | 10.28

Fotot dari kiri: Mantan Menkumham Hamid Awaluddin, Pemangku Wali Nanggroe Malik Mahmud, Gubernur Zaini Abdullah, Ketua DPRA Hasbi Abdullah, Pangdam IM Mayjen Zahari Siregar, Kapolda Irjen Pol Iskandar Hasan, dan Kajati T Syahrizal melepas merpati pada peringatan 7 tahun MoU Helsinki di halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Rabu (15/8).

* Pelaku Seni ‘Mentas’ di Simpang Lima

BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Zaini Abdullah berjanji merealisasikan butir-butir MoU Helsinki yang belum terwujud. Gubernur meminta semua elemen masyarakat, seperti ulama, LSM, cendik pandai, media, dan stakeholder terkait mendukung semua program itu untuk pembangunan dan perdamaian Aceh.

Gubernur Zaini menyampaikan itu dalam sambutan tertulisnya pada peringatan ke-7 penandatanganan MoU Helsinki antara Pemerintah RI dengan GAM. Puncak peringatan digelar di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu (5/8) sore. Selain Muspida plus, kegiatan itu juga dihadiri mantan Menteri Hukum dan HAM RI, Hamid Awaluddin yang juga juru runding ketika itu.

Menurut Gubernur, dalam rangka pelaksanaan nota kesepahaman antara Pemerintah RI dengan Gerakan Aceh Merdeka yang ditandatangani di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005, Presiden menginstruksikan Gubernur sebagai Kepala Pemerintah Aceh menyiapkan rencana dan kebijakan menyangkut penyempurnaan UU tentang Penyelenggaraan Pemerintahan.

“Nama Aceh dan gelar pejabat senior yang dipilih, perbatasan, penggunaan simbol-simbol daerah, termasuk bendera, lambang dan himne, serta penyusunan qanun dan pembentukan Lembaga Wali Nanggroe,” kata Gubernur Zaini.

Gubernur menyebutkan, instruksi Presiden selanjutnya adalah melaksanakan reintegrasi dan pemberdayaan setiap orang terlibat GAM dalam masyarakat mulai dari penerimaan, pembekalan, pemulangan ke kampung halaman, dan penyiapan perkerjaan. “Instruksi Presiden itu harus sama-sama kita kawal agar dapat terbentuk proses integrasi politik dan integrasi ekonomi yang nyata dan dirasakan langsung rakyat Aceh,” tegas Gubernur.

Gubernur menambahkan, Pemerintah Pusat juga masih memiliki sejumlah PR yang belum direalisasikan, terutama menyangkut Peraturan Pemerintah, Perpres, dan Kepres berkaitan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UU-PA).

“Namun perlu kita pahami, keterlambatan ini bukanlah akibat kesengajaan, tapi karena memang ada hal-hal lain yang harus didahulukan. Insya Allah, dalam waktu dekat, butir-butir yang belum terealisasi itu akan bisa segera kita implementasikan,” janji Gubernur.

Dalam rangkaian acara itu, Hamid Awaluddin, Gubernur, dan pejabat Aceh melepas merpati tanda perdamaian. Tadi malam, seniman muda Aceh, menggelar pentas seni dan teaterikal memperingati 7 tahun MoU Helsinki yang dipusatkan di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh. Aksi tersebut bertema; Saleum Damee dari Ureung Seni.

Kegiatan pentas seni kaum muda yang sempat memacetkan arus lalu lintas di Bundaran Simpang Lima tersebut berlangsung mulai pukul 22.00 WIB dan baru berakhir sekira pukul 24.00 WIB. Kemacetan muncul karena pelaku seni duduk di badan jalan. Tapi, kesemrautan tersebut bisa dikendalikan setelah Satuan Lalu Lintas Polresta Banda Aceh turun ke lokasi. “Kami kaum muda perlu ruang eksplorasi. Tanpa orang tua pegiat seni, kami juga bisa berekspresi,” kata Rasyidin dibenarkan rekannya, Fadhlan Bachtiar selaku koordinator aksi.

Menurut Rasyidin, perkumpulan seniman muda Aceh itu tergabung dalam Komunitas Jaroe, Apotek Wareuna Aceh, Sanggar Mandaya, dan Bestek.

Selain itu juga ada pelaku seni dari HNS, Teater Nol, Rongsokan, Sanggar Cut Nyak Dhien, Musisi Madein Made, Krak Aceh Community, Sanggar Cit Ka Geunta, dan Sanggar Putroe Phang. “Para pelaku seni rupa, seni tari, dan seni musik mengkreasikan ide dan konsepnya masing-masing,” pungkas Rasyidin.

Fadhlan menambahkan, “Elemen-elemen pegiat seni sudah tidak memiliki tempat. Kita memilih Simpang Lima sebagai ruang terbuka dengan harapan ke depan pelaku seni muda ini juga memiliki ruang seni yang inovatif.[]

sumber: http://aceh.tribunnews.com

Maklumat Panwaslu untuk Kampanye

Written By Partai Aceh on Kamis, 22 Maret 2012 | 22.33

Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh beserta Tim Pemenangan Pusat Pasangan dr. H. Zaini Abdullah-Muzakir Manaf, menginstruksikan kepada seluruh kader Partai Aceh untuk mempedomani Maklumat yang telah dikeluarkan oleh Panwaslu Provinsi Aceh demi Pilkada yang Demokrasi. Rakyat Aceh sebagai Pemilik Partai Aceh akan bahu membahu mensukseskan Pesta Demokrasi ini, insyaallah Partai Aceh akan Berjaya baik tingkat Nasional Aceh, Indonesia dan International. Tunjukkan bahwa Kita adalah Rakyat Aceh yang Cinta Damai. 

Kami DPA Partai Aceh juga menghimbau kepada pihak-pihak terkait untuk tidak memperkeruh suana pilkada damai ini dengan propaganda-propaganda yang dapat menggiring ke arah yang tidak berwibawa.



PANITIA PENGAWAS PEMILIHAN UMUM
PROVINSI ACEH

MAKLUMAT

Panitia Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Aceh Menyerukan kepada Pasangan Calon Gubernur/ Wakil Gubernur, Bupati/ Wakil Bupati, dan Wali Kota/ Wakil Walikota dalam Provinsi Aceh untuk tidak melakukan/ mempraktekkan hal-hal yang dilarang dalam Kampanye sesuai UU No. 32/ 2004, UU No. 12/ 2008, UU PA No. 11/ 2006, Peraturan – KPU No. 69/ 2009, Peraturan – KPU No. 14/2010 dan Keputusan – KIP No.18/ 2011, antara lain:
  1. Mempersoalkan dasar Negara Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. 
  2. Kampanye di luar jadwal.
  3. Menempatkan alat peraga di tempat milik pribadi atau swasta tanpa izin tertulis pemilik.
  4. Menempatkan alat peraga di :
    1. Tempat ibadah;
    2. Tempat-tempat pelayanan kesehatan;
    3. Gedung milik pemerintah;
    4.  Lembaga pendidikan;
    5. Jalan-jalan protokol, dan;
    6. Tempat-tempat fasilitas umum;
  5. Melakukan konvoi/ pawai.
  6. Menghina, menghasut, dan mengadu – domba.
  7. Mengganggu ketertiban umum.
  8. Mengancam dan mengajurkan kekerasan.
  9. Merusak/ menghilangkan alat kampanye.
  10. Menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan.
  11. Membawa atau menggunakan gambar dan/ atau atribut pasangan calon lain.
  12. Menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya.
  13. Menggunakan fasilitas-fasilitas Negara.
  14. Melibatkan pejabat struktural dan fungsional dalam jabatan negeri, serta Imum Mukim atau nama lain dan Kepala Desa atau sebutan lain.
  15. Melibatkan Pegawai Negeri Sipil, Anggota Tentara Nasional Indonesia, dan Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.
  16. Menerima dana kampanye :
    1. Dari perorangan melebihi Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah);
    2. Dari kelompok, perusahaan, atau badan hokum swasta melebihi Rp. 350.000.000,00 (tiga ratus lima puluh juta rupiah);
  17. Menerima sumbangan atau bantuan lain untuk kampanye yang berasal dari :
    1. Negara asing, lembaga swasta asing, lembaga swadaya masyarakat asing, dan warga Negara asing;
    2. Penyumbang atau pemberi bantuan yang tidak jelas identitasnya;
    3.  Pemerintah, pemerintah daerah, badan usaha milik Negara, dan badan usaha milik daerah.
    1. Pejabat Negara (struktural dan fungsional) dalam jabatan negeri serta pegawai negeri, sebelum, selama, dan sesudah masa Kampanye. DILARANG KERAS mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap Pasangan Calon.
    Penyelenggaraan terhadap ketentuan di atas akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


    Banda Aceh, 21 Maret 2012
    PANITIA PENGAWAS PEMILIHAN UMUM
    PROVINSI ACEH

    Kandidat Gubernur Diberi Kesempatan 55 Kali Kampanye Terbuka

    Written By Partai Aceh on Rabu, 14 Maret 2012 | 13.06

    Banda Aceh, -  Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh telah menentukan jadwal dan lokasi kampanye terbuka bagi kontestan pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) 2012. Masing-masing kandidat Gubernur/Wakil Gubernur akan memperoleh kesempatan rata-rata sebanyak 55 kali kampanye terbuka.
    Penentuan lokasi dan jadwal kampanye dilakukan KIP pada Selasa (13/3) bersama para tim sukses masing-masing kandidat di Aula KIP Aceh. Ikut dihadiri pula oleh pejabat Pemerintah Aceh, perwakilan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan yang mewakili Polda Aceh.

    Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Kampanye KIP Aceh, Zainal Abidin menyebutkan, jadwal kampanye akan dimulai pada 22 Maret dan berakhir 5 April 2012. Pada 22 Maret, seluruh kandidat gubernur/wakil gubernur akan menyampaikan visi dan misi di hadapan sidang paripurna istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

    Diliburkan

    Kemudian pada 23 dan 30 Maret, kampanye diliburkan karena bertepatan dengan Hari Raya Nyepi dan Jumat. "Kita menyepakati tidak ada kampanye dalam bentuk rapat umum. Tapi kalau kampanye dialogis, itu boleh," kata Zainal Abidin kepada wartawan di Media Center KIP, Selasa (13/3) siang.

    Menurutnya, masing-masing kandidat akan memperoleh kesempatan menggelar kampanye terbuka rata-rata sebanyak 55 kali di 23 kabupaten/kota. Di tiap daerah, masing-masing kandidat akan mendapat jadwal kampanye minimal dua kali dan maksimal tiga kali. Kampanye dibolehkan digelar dalam kurun waktu dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

    Kampanye calon gubernur, kata Zainal, tidak akan dilakukan secara bersamaan di sebuah daerah. Ia mencontohkan, jika kandidat A mendapat kesempatan kampanye di Kota Banda Aceh, maka kandidat B akan berkampanye di daerah lain.

    "Kampanye calon gubernur juga tidak boleh satu titik dengan kampanye calon bupati dan calon walikota. Tidak boleh di satu tempat yang sama. Masing-masing punya lokasi berbeda," terangnya.

    Lokasi kampanye yang tidak digunakan oleh kandidat yang telah ditentukan, juga tidak boleh digunakan untuk dipakai berkampanye oleh kandidat lain. "Kalau tidak menggunakan lapangan kampanye, maka kandidat harus melapor ke KIP," jelasnya.

    Sebelumnya, Kapolda Irjen Pol Iskandar Hasan mengimbau agar kampanye tidak dilakukan secara terbuka, karena alasan keamanan. Dalam penentuan jadwal dan lokasi kampanye tadi, KIP telah menyampaikan imbauan Kapolda Aceh tersebut. Namun semua tim sukses bersepakat untuk tetap menyelenggarakan kampanye secara terbuka atau rapat umum.
     
    sumber: analisadaily.com

    DPT PEMILUKADA 9 APRIL 2012

    Written By Partai Aceh on Senin, 05 Maret 2012 | 23.03


    Berikut Kami sajika Data DPT PEMILUKADA 9 APRIL 2012:




    *) Untuk Medapatkan data dalam format Excell (belum ditanda tangani) klik di sini untuk download

    Jumlah Pemilih Pilkada Aceh 3.244.680

    BANDA ACEH, 5 Maret 2012 -- Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menetapkan pemilih tetap yang berhak mengikuti pemilihan 9 April berjumlah 3.244.680 orang. Pemilih terbanyak berada di Kabupaten Aceh Utara dan paling sedikit di Kota Sabang.

    Ketua Kelompok Kerja Pendaftaran Pemilih Akmal Abzal mengatakan, jumlah pemilih tetap itu difinalisasi dalam sebuah rapat pleno yang dihadiri 23 komisioner dari KIP kabupaten/kota, empat anggota Panitia Pengawas Pemilih Aceh, dan tiga perwakilan tim sukses dari pasangan Zaini Abdullah-Muzakir Manaf, Muhammad Nazar-Nova Iriansyah, dan Darni Daud-Ahmad Fauzi.

    "Ada penambahan jumlah pemilih dari DPT yang ditetapkan pada 7 Januari lalu. Saat itu ditetapkan DPT berjumlah 3.227.586 orang. Jadi ada penambahan 17.094 orang," kata Akmal Abzal dalam konferensi pers di Media Center KIP Aceh, Senin (5/3).

    Akmal menyebutkan, dari 3.244.680 pemilih terdapat 1.600.854 pemilih lelaki dan 1.643.826 pemilih perempuan. "Sementara jumlah pemilih pemula adalah 88.494 orang," ujar Akmal.

    Jumlah pemilih pemula akan bertambah lagi. Sebab hingga rekapitulasi ini ditetapkan, KIP Banda Aceh, Aceh Tamiang, dan Aceh Singkil belum menyerahkan jumlah pemilih pemula. "Tapi perubahan jumlah pemilih pemula tidak akan mempengaruhi jumlah DPT secara keseluruhan, karena jumlah DPT tersebut sudah mencakup data pemilih pemula. Hanya saja belum diuraikan," sebut Akmal.

    Sementara itu, di Kabupaten Aceh Utara terdapat jumlah pemilih paling banyak, yaitu 377.780 orang. Disusul kemudian Bireuen (286.582 orang), Pidie (282.042 orang). Sedangkan pemilih paling sedikit berada di Kota Sabang yaitu 23.831 orang.

    Para pemilih tetap ini akan menggunakan hak politiknya di 9.786 tempat pemungutan suara yang tersebar di 23 kabupaten/kota. ***

    Data DPT selengkapnya silahkan unduh disini.

    Last Updated (Monday, 05 March 2012 09:04)

    sumber: http://kip-acehprov.go.id

    Kumpulan Keputusan KIP Aceh

    Written By Partai Aceh on Kamis, 01 Maret 2012 | 16.43

    Kumpulan Lengkap dan Resmi terhadap Surat Keputusan KIP Aceh sebagai Pedoman Penyelenggara Pemilihan Umum Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota dalam Provinsi Aceh.






    Rekap DPT Prov Aceh 2011-2012

    Written By Partai Aceh on Selasa, 28 Februari 2012 | 19.59


    Berikut kami sajikan data:
    • REKAPITULASI JUMLAH PEMILIH TERDAFTAR DAN KARTU PEMILIH PEMILU GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR  DALAM PROVINSI ACEH TAHUN 2011 - 2012.
    • Daftar DP4, DPS, DPT, DPT Tambahan, Pemilih Pemula, PPK, PPS dan TPS pada Pemilukada Aceh 2012.
    • Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilukada 2011 di Aceh s/d Tgl 20 Oktober 2011




    MAKLUMAT : Pendeklarasikan Satu Pasangan Calon Gubernur, 11 Calon Pasangan Bupati dan 4 Pasangan Calon Wali Kota

    Written By Partai Aceh on Selasa, 21 Februari 2012 | 12.48


    MAKLUMAT
    Sehubungan dengan pelaksanaan Pilkada Aceh, Partai Aceh telah mendeklarasikan satu pasangan calon Gubernur, 11 calonpasangan Bupati dan 4 pasangan calon Wali Kota. Bersamaandengan ini kami mengeluarkan maklumat, sbb :   

    1.  Kepada seluruh anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Partai Aceh agar bersatu-padu dalam wadah resmi organisasi KPA dan Partai Aceh untuk melaksanakan perjuangan dan perdamaian.
    2. Sikap politik KPA dan Partai Aceh adalah hanya memberi dukungan kepada para kandidat yang mencalonkan diri dari Partai Aceh. KPA dan Partai Aceh sama sekali tidak memberi dukungan kepada calon   perseorangan (independen) manapun juga.
    3.  Semua Anggota KPA dan Partai Aceh segera memperkuat jamaah dan berkoordinasi dengan pengurus KPA dan Partai Aceh di  wilayah masing-masing untuk mensukseskan kandidat dari Partai Aceh.
    4. Semua Anggota KPA/PA  wajib melaksanakan garis perjuangan politik Partai Aceh, mereka yang tidak mematuhi maklumat ini Komando Pusat KPA dan Ketua Partai Aceh akan mengambil tindakan sesuai dengan aturan dan AD/ART organisasi/Partai Aceh.
    5. Proses reformasi internal di tubuh KPA dan PA sesungguhnya telah dimulai sejak KPA dan PA mencalonkan secara resmi untuk mengusung pasangan dr. H. Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf sebagai calon gubernur dan wakil gubernur. Sebagai akibat dari proses ini Pimpinan Organisasi telah dan tetap menindak mereka yang  tidak lagi mematuhi nilai-nilai perjuangan dan tuntutan organisasi. Perbaikan internal  adalah sebagai bentuk penguatan ideologi dan nilai-nilai perjuangan organisasi serta bentuk pertanggungjawaban KPA dan PA terhadap rakyat Aceh.

    6.  Kepada seluruh anggota KPA dan Partai Aceh untuk terus bekerja memajukan perjuangan dan perdamaian.

    Demikian maklumat ini kami keluarkan untuk dapat di ketahui dan dijalankan.

    Banda Aceh, 20 Februari 2012
    Komando Pusat Komite Peralihan Aceh dan Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh



    Muzakir Manaf
    Ketua KPA/Ketua DPA PA


    Catatan:
    Telah dimuat di media serambi indonesia pada hari senin, tanggal 20 februari 2012

    Keputusan Komisi Independen Pemilihan Aceh Nomor 19 Tahun 2011

    Written By Partai Aceh on Rabu, 05 Oktober 2011 | 13.41


    KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN ACEH
    KEPUTUSAN KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN ACEH
    NOMOR 19 TAHUN 2011

    TENTANG
    PEDOMAN TATA CARA PELAKSANAAN PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN
    SUARA PEMILIHAN UMUM GUBERNUR/WAKIL GUBERNUR, BUPATI/WAKIL BUPATI DAN WALIKOTA/WAKIL WALIKOTA DALAM PROVINSI ACEH
    DI TEMPAT PEMUNGUTAN SUARA
     

    13 Alasan Mengapa Memilih Partai Aceh

    13 Alasan Mengapa Memilih Partai Aceh
    Klik pada Gambar untuk membaca

    Pengumuman

    = INI MERUPAKAN WEBSITE RESMI PARTAI ACEH, SELAIN DARI WEBSITE INI ADALAH PALSU #WASPADA_PENIPUAN =

    Berita Terbaru

     
    Tentang Website: Syarat | Peta Situs | Kontak
    Copyright © 2012. Official Website Partai Aceh - Hak Cipta dilindungi Undang-undang
    Website:Tim Pemenangan Pusat
    Partai Aceh