Headlines News :
Tampilkan posting dengan label Pidie. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Pidie. Tampilkan semua posting

Partai Aceh ditetapkan oleh KIP Memimpin Pidie

Written By Partai Aceh on Minggu, 15 April 2012 | 23.53

SIGLI - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie hari ini dalam rapat plenonya di Hotel Grand Blang Asan, Sigli, memutuskan pemenang pemilihan Bupati Pidie adalah pasangan Sarjani Abdullah - M. Iriawan. Kandidat yang diusung Partai Aceh yang bernomor urut lima ini ditetapkan sebagai calon bupati terpilih.

Pasangan Sarjani - Iriawan dalam Pilkada Pidie meraih suara 60,25 persen. Adapun pasangan lainnya sesuai nomor urut perolehan suaranya adalah, 1..suara.3.38%, 2..suara 12.49%,  3..suara 3.07%, 4..suara 3.94%, 5..suara 60.25% (Sarjani), 6..suara 0.58%, 7..suara 6.31%, 8..suara 9.98%.

Selain  di Pidie, kemenangan Partai Aceh juga terjadi di Aceh Besar. Pak Cek, selaku selaku Ketua Tim Sukses pasangan gubernur dan wagub dan bupati/wakil bupati untuk wilayah Aceh Besar mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Aceh Besar.

Pak Cek mengatakan, dari Pilkada Aceh ini terlihat Partai Aceh masih sangat dipercaya oleh masyarakat. "Karena itu, Partai Aceh juga harus berbuat yang lebih baik lagi untuk rakyat," katanya. []

sumber: atjehpost.com

Di Glumpang Tiga, Sarjani Ajak Rakyat Jadikan Aceh Sebagai Contoh

Written By Partai Aceh on Kamis, 05 April 2012 | 01.08

SIGLI - Pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Pidie, Sarjani Abdullah-M Iriawan berkampanye di Lapangan Sepak Bola Glumpang Tiga, Pidie, Rabu 4 April 2012.

Kandidat dari Partai Aceh ini menurunkan beberapa juru kampanye. Seperti biasa, M Iriawan tampil pertama kali untuk berorasi. Ia menyampaikan tentang bagimana melaksanakan roda pemerintahan yang bersih sesuai pengalaman ketika ia menjabat sebagai Sekretaris Daerah Pidie.

Iriawan merupakan salah satu Pegawai Negeri Sipil senior di Pidie yang mulai bekerja sejak 1988.

Selain Iriawan, tampil juga Teungku M Harun Ibrahim yang berorasi tentang kegagalan Pemerintahan Aceh sebelumnya.

"Semua perintah Undang Undang yang berkaitan dengan lex spesialis Aceh diabaikan, bahkan terkesan ditutup-tutupi. Terutama Instruksi Presiden tentang Nota Pelaksanaan Kesepahaman Perdamaian Antara Indonesia dengan Aceh," ujar Teungku Harun.

Di dalam Inpres tersebut, kata Harun, terurai juga berbagai persoalan politik Aceh dengan Indonesia.

Selanjutnya, giliran Sarjani Abdullah yang bersua dengan massa. Di atas panggung Sarjani tidak seperti biasanya saat menyampaikan kampanyenya. Hari ini, mantan Panglima GAM Pidie tersebut hanya berorasi lebih kurang sepuluh menit.

Sebelum mikrofon dikembalikan ke MC, Sarjani meminta restu dari massa kampanye dengan menitipkan pesan, "tadjak deungon MoU dan tapeu-laku deungon UUPA".

Ia mengajak masyarakat Pidie dan Aceh bersama Partai Aceh untuk menjadikan Aceh sebagai percontohan bagi negara-negara lain di dunia.

Dalam kesempatan ini hadir Karimun Usman, politisi senior PDI Perjuangan, jajaran kepengurusan DPC PAN Pidie, serta seluruh jajaran DPW PA dan DPS Sagoe Asan Kumbang Kecamatan Kembang Tanjong.[]

sumber: atjehpost.com

Sarjani di Tangse: PA yang Lebih Paham

Written By Partai Aceh on Senin, 02 April 2012 | 22.07

Sigli – Partai Aceh (PA) dinilai lebih mengetahui isi MoU Helsinki, dan PA juga yang lebih paham untuk mengimplementasikan semua amanah yang terkandung dalam naskah perjanjian antara RI dengan GAM.

Hal tersebut dinyatakan oleh Calon Bupati Pidie yang di usung Partai Aceh, Sarjani Abdullah yang berpasangan dengan M Iriawan, hari ini Senin (2/4), saat menggelar kampanye rapat umum terbuka di Kecamatan Tangse Pidie.

Kampanye yang dimulai sekitar pukul 14:30 WIB itu, menghadirkan beberapa juru kampanye pemenangan pasangan PA ini, diantaranya, Tgk Sayed Abdurrahman, Tgk Anwar Husein dan juga Sarjani sendiri.

Tgk Sayed dalam orasinya menyampaikan, bahwa telah terbukti Partai Aceh memiliki pendukung terbanyak dengan satu juta tim suksesnya, ini membuktikan bahwa Partai Aceh dicintai masyarakat, oleh karena itu tidak salah lagi untuk memilih kandidat yang diusung PA pada hari pemilihan 9 April mendatang, ujar Tgk Sayed di hadapan massa.

Sementara Tgk Anwar husen, dalam kesempatan orasinya menyampaikan, bahwa tugas Pemerintah Aceh yang mendesak kedepan adalah, mewujudkan sejumlah butir butir MoU helsinki dan UUPA yang belum terselesaikan, diantanya menyangkut Bendera Aceh, Lambang, hymne daerah dan Lembaga Wali Nanggroe. “Dan untuk mewujudkan itu semua, PA telah berkomitmen sejak awal sampai itu semua tuntas,” ujar Tgk Anwar.

Sarjani Abdullah, selaku calon Bupati Pidie, dalam kesempatan orasi dihadapan massa pendukungnya di Tangse ini, menyampaikan bahwa GAM adalah pihak yang secara langsung melakukan penandatanganan perdamaian dengan RI, untuk itu kandidat dari PA harus memimpin Pemerintahan demi melanjutkan apa yang telah disepakati dalam perjanjian tersebut, karena menurut Sarjani, PA lah yang lebih mengetahui isi MoU, dan PA juga yang lebih paham untuk mengimplementasikan semua amanah yang terkandung dalam naskah perjanjian antara RI dengan GAM tersebut.

sumber: http://atjehlink.com/

Kata Sarjani, Partai Aceh Pengganti Senjata Setelah Decomisioning

Written By Partai Aceh on Minggu, 01 April 2012 | 00.11

SIGLI - Calon Bupati Pidie Sarjani Abdullah dalam orasi politiknya di kampanye yang digelar di Padang Tiji, Pidie, mengatakan Partai Aceh merupakan pengganti senjata mantan kombatan GAM yang telah di-decomisioning-kan pada 2005 lalu.

"Setelah decomisioning, hanya lewat Partai Aceh-lah satu-satunya untuk melanjutkan perjuangan. Dan ini (Partai Aceh) bagian dari rekomendasi perjanjian MoU Helsinki 15 Agustus 2005. Maka, mari kita pertahankan MoU dan UUPA," ujar Sarjani.

Kampanye tersebut digelar di Lapangan Bola Kaki Jeureula, Sabtu 31 Maret 2012. Sebelum Sarjani, tampil sebagai orator ialah calon wakil bupati M Iriawan disusul Teungku Mustafa Tangse dan Ketua DPC PAN Pidie Nasrul Syam.

Tujuh tahun masa perdamaian dan lima tahun Pemerintahan Aceh yang lalu, kata Sarjani, tidak satu poin MoU dan UUPA yang dijalankan. "Sehingga Aceh mengalami kegagalan serius dan ini menjadi pekerjaan rumah bagi segenap lapisan masyarakat Aceh bersama Partai Aceh dalam pilkada 9 April 2012 ini," kata Sarjani.

Partai Aceh beserta rakyat, kata Sarjani, akan melaksanakan semua isi perjanjian tersebut. "Partai Aceh mempunyai sejarah yang panjang, mempunyai masa silam, masa sekarang dan masa depan dalam tujuan membentuk Pemerintahan Aceh (self goverment) sebagaimana termaktub dalam MoU dan UUPA," ujarnya.

Sarjani juga mengatakan bakal merehabilitasi dan merekontruksi Pidie kembali dengan ketersediaan dana sesuai kebutuhan masyarakat.[]

sumber: atjehpost.com

Sarjani-M Iriawan Kampanye di Alun-Alun Sigli

Written By Partai Aceh on Minggu, 25 Maret 2012 | 16.39

SIGLI - Pada hari kedua kampanye dan orasi politik, calon Bupati-Wakil Bupati Pidie dari Partai Aceh, Sarjani dan M Iriawan berkampanye di Lapangan Alun Alun, Kota Sigli, Minggu 25 Maret 2012.

Lapangan yang terletak di pusat Kota Sigli itu menjadi merah oleh simpatisan Partai Aceh yang menghadiri kampanye. Dalam kampanye yang dimulai sekitar pukul 15.25 WIB itu hadir ribuan massa. Massa hari ini lebih banyak dari hari pertama kampanye di Kecamatan Mila, Sabtu kemarin. Untuk hari ini massa berdatangan dari berbagai pelosok Pidie.

Sarjani dan M. Iriawan tampil mengenakan jas merah bergaris hitam putih saat menyampaikan orasi politiknya di hadapan massa pendukungnya. Selain mereka ada juga beberapa juru kampanye lain yang berorasi.

Kampanye tersebut juga dimeriahkan oleh grup lawak Apa Lahu dan Syeh Ali Topan serta rapai dari Kecamatan Batee di bawah asuhan Lalahi dan Ayah Min.

Kampanye hari ini turut dihadiri mantan bupati dan wakil bupati Pidie Mirza Ismail dan Nazir Adam, serta beberapa anggota DPRA dan DPRK Pidie dari Fraksi Partai Aceh. Di atas panggung juga terlihat Teungku M Harun, salah satu tokoh GAM angkatan 1976, dan beberapa ulama Pidie.[]

sumber: atjehpost.com

Kampanye PA (calon bupati-Wakil Bupati) di Pidie

Written By Partai Aceh on Sabtu, 24 Maret 2012 | 23.21

SIGLI - Kampanye calon bupati-Wakil Bupati Pidie periode 2012-2017 yang diusung Partai Aceh dimeriahkan oleh pelawak Apa Lahu, Kuya Ali, dan Sjeh Ali Topan, Sabtu 24 Maret 2012.

Kampanye yang digelar di lapangan bola kaki Mila itu diawali dengan pembacaan alquran oleh Qari Provinsi Aceh Teungku Ilyas Abdullah dan Teungku Budiman Sari. Lima ribu massa terbuai oleh lantunan ayat suci tersebut.

Orasi politik pertama disampaikan oleh mantan Bupati Pidie Mirza Ismail, dan langsung disusul oleh calon Bupati Pidie Sarjani Abdullah yang didampingi calon wakil bupati M Iriawan.

Dalam orasinya, Sarjani yang merupakan mantan Panglima GAM Wilayah Pidie ini berjanji akan menjalankan semua amanah yang telah mengikat dalam MoU Helsinki 15 Agustus 2005 bersama calon Gubernur/Wakil Gubernur Aceh Zaini Abdullah-Muzakkir Manaf jika rakyat Pidie dan Aceh memberikan dukungan kepada mereka.

"Melalui PA-lah kita bisa membawa Aceh kembali kepada yang kita inginkan," ujar Sarjani. Di akhir orasi, ia menunjukan baliho bernomor lima yang berada di sekeliling lapangan kampanye.

Sedangkan M Iriawan, mantan Sekretaris Daerah Pidie, menyampaikan hasil kinerja lima tahun lalu, di mana Pemerintah Pidie dililit defisit sebanyak Rp117 miliar dan kasbon Rp17 miliar. "Sehingga dengan parlemen (DPRK) Pidie didominasi oleh Fraksi Partai Aceh maka defisit dan kasbon tersebut bisa diselesaikan dalam jangka waktu 2,5 tahun yang lalu," ujarnya.

M. Iriawan juga menjelaskan persoalan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang bukan milik seseorang tapi milik rakyat Aceh semuanya. "Untuk ke depan tidak hanya membangun sarana dan prasarana serta insfrastruktur lainnya, namun lebih kepada memperbaiki segala aturan perundang-undangan bersama calon gubernur-wakil gubernur dari Partai Aceh." []

sumber: atjehpost.com

KPA dan DPS Partai Aceh: Maulid Nabi di Laweueng

Written By Partai Aceh on Kamis, 15 Maret 2012 | 00.57

Pidie - Serangkaian kegiatan dalam rangka merayakan hari peringatan maulid nabi besar Muhammad saw di kompleks mesjid Baiturrahim Kecamatan Muara Tiga Pidie pada Senin, 12 Maret 2012. Acara ini bertajuk "Melahirkan Pemimpin Aceh Ke Depan Yang Uswatun Hasanah" dalam pilkada Aceh yang akan dilaksanakan pada 9 April 2012.

Perayaan maulid nabi besar Muhammad saw ini hasil kerjasama KPA dan DPS Partai Aceh Sagoe (Kecamatan) Muara Tiga Laweueng dengan segenap lapisan masyarakat serta diawali dengan zikir dari Dayah Jabal Ulum Kampung Tgk. Di Laweueng Kecamatan Muara Tiga sejak pukul 09.15 wib yang disusul dengan penyantunan 650 anak yatim se-Kecamatan Muara Tiga dan makan bersama.

Penyerahan santunan secara simbolis kepada anak yatim diserahkan oleh Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Pidie Tgk. Sarjani Abdullah, disusul Ketua DPRK Pidie Muhammad AR, Camat Muara Tiga Basri Yusuf, SH.

Ini merupakan suatu prestasi besar yang dilakukan oleh KPA dan DPS PA Kecamatan Muara Tiga setelah proses perdamaian Aceh berlangsung. Mudahan saja kegiatan yang sama bisa dilakukan juga oleh setiap KPA dan DPS PA seluruh Kabupaten Pidie dalam kesempatan lainnya sepanjang hayat di kandung.

Acara sosial lainnya juga harus dilakukan serentak bersamaan masyarakat sekitar lingkungan kita dengan saling bahu membahu. Semua anggota KPA dan kader PA harus merakyat dalam semua masalah demi tercapainya cita-cita rakyat Aceh ini.

Apalagi PA ini bukan saja milik anggota TNA tapi milik semua rakyat Aceh, mari bergandengan tangan untuk membangun Aceh ke depan, ujar Ketua DPW PA Pidie Tgk. Sarjani Abdullah.

Pukul 15.45 wib rombongan perunding GAM dengan Pemerintah RI dr. H. Zaini Abdullah tiba di lokasi acara. Bakda shalat ashar berjamaah, Toto-sapaan dr. Zaini Abdullah memberikan tausiah tentang perjuangan dan perdamaian Rasulullah saw di hadapan hadirin.

Dalam tausiyah singkat Toto menyampaikan, begitu pahitnya pencapaian suatu perdamaian, maka damai Aceh yang telah kita capai pada tahun 2005 yang lalu di Helsinky mari pupuk dengan baik dan santun, sehingga apa yang menjadi keinginan semua rakyat Aceh ini bisa terwujud melalui damai ini, yang disambut pekik Amin oleh hadirin.

Dengan demikian, tidak ada alasan apapun dan bagi siapapun untuk mengganggu perdamaian yang sudah ada pada hari ini, dan merupakan tanggungjawab kita bersama untuk menjaganya.

Namun, sang mantan perunding Aceh ini sudah tidak asing lagi namanya di kalangan masyarakat Laweueng khususnya dan Aceh umumnya. Sebagai pesan dari seorang perunding konflik Aceh ini bahwa, sungguh sangat mahal sebuah perdamaian yang sudah dicapai dengan berbagai pengorbanan yang telah kita berikan kepada perjuangan perdamaian ini", ujar dr. H. Zaini Abdullah.

Untuk itu, kami atas nama panitia penyelenggara peringatan nabi besar Muhammad saw mengucapkan ribuan terimakasih kepada semua elemen masyarakat Laweueng yang telah berpartisipasi dan memberikan konstribusi penuh kepada sukses acara ini[].

Kunjungan Zaini Abdullah dan Kondisi Jembatan Blang Maloe yang Terendam Air Sungai

Written By Partai Aceh on Minggu, 04 Maret 2012 | 19.36

TANGSE - Dalam kunjungan selama satu jam di Desa Blang Malo, Tangse, Zaini Abdullah dan rombongan mampir di Posko Partai Aceh di tempat tersebut, Kamis 1 Maret 2012.

Saat berbincang-bincang dengan relawan di posko, Zaini memberikan pujian dan apresiasi penuh kepada relawan Partai Aceh yang telah siaga dan membantu korban banjir bandang Tangse sejak hari pertama musibah terjadi.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada seluruh anggota dan simpatisan Partai Aceh yang telah membantu korban banjir sejak hari pertama musibah. Untuk itulah Partai Aceh ada, untuk membantu rakyat Aceh," kata Zaini kepada The Atjeh Post.

Selain itu, Zaini juga mengatakan agar semua relawan tetap semangat dan ihklas dalam membantu rakyat Aceh. Dalam kunjungan tersebut Zaini juga sempat melihat kondisi jembatan Blang Maloe yang sedang diperbaiki. []

Sumber: atjehpost.com

Respon PA KPA Terhadap Banjir Tangse II

Written By Partai Aceh on Kamis, 01 Maret 2012 | 11.27

Tangse- Sontak saja warga Kampung Meunasah Krueng Kemukiman Blang Gapu Kecamatan Kembang Tanjong Pidie dikejutkan dengan banjir kiriman daerah aliran sungan (DAS) Krueng Tiro tadi malam pukul 21.15 wib Kamis (30/02).

Hentakan musibah Tangse jilid II belum melewati masa tanggap darurat, Kembang Tanjong dikejutkan banjir kiriman. Banjir ini merendam sebanyak 61 unit rumah warga dari total 85 unit rumah di Kampung Meunasah Krueng. Selain itu, satu unit rumah hampir amblas dan hanya terpaut satu meter dengan muaranya DAS serta satu unit meunasah.

Satu unit Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Meunasah Krueng terendam air sampai 50 centimeter yang mengakibatkan tidak bisa dilaksanakan proses belajar mengajar pada hari ini. Ancaman kerugian lainnya adalah seluas 10 hektar areal persawahan padi yang mau panen terancam gagal, karena air bah tersebuh menenggelamkan tanaman padi hingga melampaui ketinggian tanaman padi.

Kegenangan air yang mencapai satu meter bagian dari kirim DAS Krueng Tiro yang diakibatkan hancurnya talud di kawasan tersebut sepanjang 30 meter. Hingga berita ini diturunkan masyarakat setempat sedang membersihkan lumpuran yang tergenang.

Saat kejadian tadi malam, unsur Muspika Kembang Tanjong, KPA dan DPS PA Kembang Tanjong serta sebagian anggota DPR Kabupaten Pidie dari Fraksi Partai Aceh langsung turun ke lokasi yang dipimpin Usman M. Yusuf Ketua Fraksi. [Laporan Sekretaris Fraksi, Suadi Sulaiman]

Simpati untuk Tangse dari Kombatan

Written By Partai Aceh on Selasa, 28 Februari 2012 | 19.34

Tangse- HAWA dingin merasuki pori-pori. Tubuh yang penuh peluh kini mulai segar oleh semilir angin pegunungan. Di depan, jalanan terus menanjak. Di kedua sisinya ada perbukitan dan jurang menganga. Jurang-jurang itu berisi air jernih dari mengalir dari Krueng Tangse.

Di tengah hijaunya pegunungan, pemukiman penduduk muncul tak ubahnya bidadari di tengah seribuan dara, itulah Tangse namanya. Wajahnya cantik, manis, lembut dan rimbun mampu menarik perhatian orang-orang untuk melepaskan penat dengan sajian udara segar, bebas polusi.

Tangse merupakan salah satu kecamatan dalam wilayah Kabupaten Pidie. Letaknya di ketinggian 600 hingga 1200 mdpl (meter di atas permukaan laut). Tangse beriklim sejuk. Setidaknya kawasan ini cocok untuk tempat tetirah di akhir pekan.

Iklim nan sejuk dan curah hujan tinggi ini menjadikan tanah Tangse sangat subur. Pada 1970-an, Tangse yang memiliki 28 kampung ini bisa dikatakan kawasan makmur di Aceh. Di daerah ini dihasilkan kopi robusta, padi, durian, dan jenis hortikultura lainnya.

Tangse memiliki lebih kurang 25 ribu penduduk. Wilayahnya terbentang sepanjang 75 ribu kilometer per segi. Di sisi Tangse ada Kecamatan Mane dan Geumpang.

Itu gambaran Tangse yang dulu. Semuanya terbalik ketika alam murka. Dua kali bencana menerjang Tangse, banjir bandang dan banjir akibat tanah longsor.

Bencana pertama terjadi pada 10 Maret 2011. Hujan empat hari berturut-turut ternyata mengirimkan bah dahsyat ke Tangse. Kayu-kayu gelondongan bercampur lumpur menyerbu pemukiman penduduk. Bencana tiba saat rembang petang.

Kampung Pucok, Peunalom, Layan, Pulo Baro, Blang Jrat, dan Blang Dalam jadi sasaran. Ratusan rumah dan puluhan warga meninggal dunia.

Banjir bandang juga menghumbalang jembatan dan fasilitas fisik lainnya. Arus deras air di Krueng Tangse kala itu terbilang kencang. Banjir ini bahkan menginfiltrasi ke sebagian wilayah Aceh Barat.

Kepanikan masyarakat ini direspon cepat. Tak hanya warga Tangse, sidang di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Pidie pun dihentikan oleh Ketua DPRK Muhammad AR begitu informasi tersebut diterima.

Ketua Fraksi Partai Aceh DPRK Pidie, Usman M. Yusuf, langsung berkoordinasi dengan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Kabupaten Pidie dan Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Pidie untuk segera menuju ke lokasi kejadian.

Rombongan DPW PA Pidie dan KPA Pidie dibawah kendali Teungku Sarjani Abdullah serta Roni Ahmad alias Abu Tjhik langsung mengumpulkan Tim Satuan Bencana (Satgana) Internal KPA dan PA untuk berangkat ke Tangse.

Dalam waktu singkat malam itu, KPA dan PA Pidie langsung mengangkut berbagai bantuan dan kebutuhan mendesak seperti logistik dan mendirikan posko induk mantan kombatan ini di Keude Tangse.

Lima mobil kijang pick up yang tersedia lalu-lalang mendistribusikan berbagai bantuan ke kampung-kampung yang terkena bencana. Satu unit helly pad juga disediakan oleh Ketua DPW PA Pidie, Sarjani Abdullah, yang dikhususkan untuk wilayah terisolir.

Empat belas hari sesudah bencana, Pemangku Wali Nanggroe Malik Mahmud bersama dr Zaini Abdullah dan sejumlah pengurus teras Partai Aceh mengunjungi para korban banjir yang ditampung di sejumlah posko pengungsian di Tangse.

Kedua mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka itu menyerahkan sejumlah bantuan kepada para korban. Selain logistik dan uang tunai Rp35 juta, juga diserahkan 50 unit tenda, satu barak penampungan sementara, 1.500 helai kain sarung, kaos, dan baju daster.

Di posko pengungsi Gampong Rantau Panyang, Malik Mahmud kala itu mengatakan pihaknya amat prihatin atas musibah banjir bandang yang menimpa 11 gampong di Tangse.

“Sebagai sesama umat Islam dan warga Aceh, kami merasa amat prihatin atas musibah yang telah merenggut sejumlah jiwa saudara kita itu,” katanya. Ia juga turut sedih karena tidak bisa melihat langsung kondisi masyarakat saat kejadian, karena banyak tugas yang harus diselesaikan.

*****

Negeri hampir pekat gelap ketika air bah itu menerjang. Tangse kembali dirundung bencana pada pukul 18.30 WIB, Sabtu pekan lalu, Sabtu 25 Februari 2012. Bayangan haru biru bencana yang terjadi di Tangse sebelas bulan lalu kembali terpampang. Padahal, masa rehabilitasi dan rekonstruksi banjir tahun lalu itu belum lagi usai.

Kini giliran Kemukiman Beungga yang banjir bandang. Kejadian ini kembali menghentakkan Pidie. Terutama para peserta rapat evaluasi Tim Pemenangan Pemilihan Kepala Pemerintahan Aceh, baik untuk gubernur maupun bupati di Aula Kantor DPW Partai Aceh Kabupaten Pidie yang baru selesai.

Sontak saja, Ketua DPW PA Pidie Sarjani Abdullah menginstruksikan kepada Dewan Pengurus Sagoe (DPS) Partai Aceh dan KPA Tangse langsung terjun ke lokasi kejadian yang dibantu DPS PA dan KPA dari Beureunuen, Lamlo, Keumala, Tiro, Mila, dan Mane. Dalam pekat malam, Pimpinan KPA dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Kabupaten Pidie berembuk. Rencana dijalin, logistik dikumpulkan.

Seratusan anggota PA dan KPA yang tergabung dalam Satuan Bencana Siaga (satgana) internal lembaga ini meluncur ke lokasi. Tak lama kemudian, Ketua DPW PA Pidie Sarjani Abdullah, Ketua KPA Pidie Rony Ahmad alias Abu Tjhik dan sejumlah anggota DPRK Fraksi Partai Aceh beserta rombongan tiba di lokasi.

Pukul 20.55 WIB, puluhan mobil pick up mengarah ke Tangse. Di dalam bak truk-truk tersebut terdapat dua ton beras dan logistik lainnya. Namun, Tangse belum bisa dicapai. Jembatan di Desa Blang Maloe putus. Kampung ini terletak sekitar sembilan kilometer sebelum Tangse.

Pembagian logistik dipending. Evakuasi masyarakat diutamakan lebih dulu. "Seluruh anggota kita telah disebarkan ke berbagai kampung yang terkena musibah untuk mengevakuasi para korban yang masih terancam dalam kepungan air bah," ujar Teungku Sarjani Abdullah.

Tak hanya itu, Sarjani juga mengatakan awak KPA juga akan menyisir dan membuka jalan tembus secara darurat. Ia juga merencanakan besoknya di hari pertama usai bencana, tiap-tiap anggota KPA dan PA dari Sagoe dalam wilayah Pidie akan dikirim ke Tangse secara bergantian untuk membersihkan jalan, rumah masyarakat, serta tempat ibadah. Mereka akan bergabung dalam Tim Penanggulangan Bencana Internal Komite Peralihan Aceh.

Dari Banda Aceh meluncur tim Putroe Aceh. Tim yang dipimpin Cut Fatma mereka membawa beras, minyak makan, telur, sabun, mukena, sajadah, mie instan, kain sarung, roti, unibis, aqua, dan gula. "Kami membawa bantuan dari Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf," kata Cut Fatma. Zaini adalah politisi senior Partai Aceh, dan Muzakir Manaf tak lain Ketua Umum Partai Aceh yang juga Ketua KPA Pusat.

Malam kian pekat. Bau lumpur terhidu dimana-mana. Tangse masih panik. Tim bekerja dengan mengerahkan kemampuan mereka. Beberapa jam sesudahnya, ada lansiran data sementara kerusakan di Tangse yang dikirim oleh Tim KPA. Di Blang Malo dilaporkan lima rumah hanyut, Kebun Nilam 17 rumah, Pulo Seunong 20 rumah, Ulee Gunong dan Pulo Kawa masing-masing dua rumah. Jembatan Kuala Panteue juga dilaporkan Tim putus total. Akibatnya hubungan transportasi Beureunuen-Tangse tak berfungsi lagi.

Untuk kerugian, belum bisa dipastikan. Namun data dari Tim menunjukkan ada 18 rumah dipastikan hancur total. Selain itu ada juga balai pengajian dan pondok pesantren. Selain mendata, Tim juga mengirimkan dua unit buldoser dan satu beko untuk memperbaiki Jembatan Kuala Panteue yang putus.

Sehari sesudah bencana, jembatan ini bisa digunakan untuk memperlancar arus transportasi. Berduyun-duyun orang menuju Tangse untuk melihat atau membantu famili mereka yang terkena banjir. Setidaknya, walau darurat, jembatan itu menjadi sarana vital.

Keringat belum lagi hilang, Tim harus bekerja mencari warga yang diduga hilang terbawa arus bah. "Anggota kami masih tersebar di setiap lokasi dan masing-masing grup diketuai oleh anggota KPA dan PA Sagoe Tangse. Sedangkan yang lainnya sedang dalam perjalanan, terutama yang agak sedikit berjauhan dengan Tangse," kata Sarjani.

Sehari sesudah bencana, Pimpinan KPA dan DPW PA Pidie juga membuka posko penanganan korban di Kampung Blang Malo, Pulo Mesjid, dan Kebun Nilam.

Dua kejadian ini membuat Tangse kehilangan wajah dan pamor. Berbagai tempat menawan kehilangan identitas seperti air terjun yang terhelai di lintasan Sigli-Meulaboh, tepatnya di Kampung Krueng Meriam.

Penyebab banjir Tangse diduga akibat pembalakan liar yang terjadi di sepanjang hutan Tangse dan Geumpang usai bencana tsunami 2004.

Pada 2007, Pemerintah Aceh mengeluarkan dua konsep penyelamatan hutan dan lingkungan yaitu, Moratorium Logging dan Aceh Green. Namun moratorium logging yang di deklarasikan pada 6 Juni 2007 di Aceh seperti tidak berefek sama sekali. Penebangan liar terus terjadi dan hasilnya seperti yang terlihat di Tangse kini. []

sumber: atjehpost.com

DPA PA KPA (dr. Zaini Abdullah) menyerahkan Bantuan Untuk Korban Tangse

Written By Partai Aceh on Senin, 27 Februari 2012 | 13.59

Tangse - Paska banjir bandang yang melanda kawasan Tangse, Bantuan mulai datang dari Partai Aceh (PA) dan Komite Peralihan Aceh. Senin, 27 Februari 2012 dr. Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf menyerahkan bantuan Sembako kepada  Korban bencana Banjir Bandang Tangse. 

Bantuan yang diantar seperti beberapa ton beras dan logistik serta kebutuhan lainnya di serahkan oleh Tim Khusus yang telah di bentuk oleh dr. Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf. Ditegaskan dalam pemberian bantuan ini tidak ada unsur politik seperti kampanye dan lainnya melainkan rasa persaudaraan kita untuk dapat membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir bandang tangse, uluran tangan kita semua menjadi pengobat rindu dan semangat mereka semua. [hb]

13 Alasan Mengapa Memilih Partai Aceh

13 Alasan Mengapa Memilih Partai Aceh
Klik pada Gambar untuk membaca

Pengumuman

= INI MERUPAKAN WEBSITE RESMI PARTAI ACEH, SELAIN DARI WEBSITE INI ADALAH PALSU #WASPADA_PENIPUAN =

Berita Terbaru

 
Tentang Website: Syarat | Peta Situs | Kontak
Copyright © 2012. Official Website Partai Aceh - Hak Cipta dilindungi Undang-undang
Website:Tim Pemenangan Pusat
Partai Aceh