Headlines News :
Tampilkan postingan dengan label Ragam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ragam. Tampilkan semua postingan

Sebuah syair singkat yang terkarang di masa jelang Pilkada 2012

Written By Partai Aceh on Senin, 25 Juni 2012 | 15.06

HARI ini, 25 Juni 2012, Aceh resmi memiliki pemimpin baru. Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf, yang pada masa Pilkada dikenal sebagai pasangan "zikir," bertempat di Gedung DPRA, dilantik oleh Menteri Dalam Negeri RI, Gamawan Fauzi, sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2012-2017.
Kita ucapkan selamat untuk jabatan strategis, sekaligus bergengsi, juga penuh tantangan ini. Kita sampaikan juga terimakasih kepada pemimpin sebelumnya yang telah melakukan sesuatu, dengan daya dan upaya yang mungkin dilakukan. Sikap paling hormat tentu kita sampaikan kepada rakyat, karena terus menjaga ruang kesabaran, kesempatan, dan doa bagi kaum elit Aceh untuk berbuat lebih nyata, dan lebih nyata lagi bagi rakyat.

Terkait doa rakyat itu, bisa dirasakan dari sebuah syair singkat yang terkarang di masa jelang Pilkada 2012:

Alah hai dek/Alah hai bang/Beudoh rijang/Bek teungeut le/
Ta mat catok/Ta mat parang/Ta peugoet blang/Pula padee/
Bek taharap/Bek ta preh le/Hana soba/
Hana troh le/Jino laju/Jino sigra/Jino ta jak/Ta ek u glee/
Bek ta harap le troeh bencana/Mangat na bantuan loem dari awak lua/
Bek ta harap le bak Apba/Mangat na tender yang jeut ta bagi dua/
Beudoh sigra peuna keureuja/Pula campli pula pala/
Sambe ta preh ta meudoa/Troeh pemimpin baroe teuma.

Pemimpin baru Aceh itu, yang hari ini dilantik, selanjutnya akan menjadi pawang bagi perjalanan baru kapai Aceh. Memang, ada sedikit rasa hambar jika dilihat dari jarak waktu kemenangan dengan pelantikan. Rasa hambar yang sempat menimbulkan spekulasi politik soal adanya keengganan pusat menerima fakta politik Aceh ini, kini berakhir.

Spekulasi politik itu kini menjadi pertanyaan wajar, berupa apa terobosan pemimpin baru Aceh untuk memenuhi harapan rakyat. Sebuah harapan yang tidak lain adalah harapan diri sang pemimpin itu sendiri. Bukankah dulu mereka berdiri di garis depan dan atas nama sejarah dan rakyat mereka bicara soal harapan rakyat Aceh dalam bahasa perlawanan dan perjuangan?!

Memang, tidak sepenuhnya rakyat di Aceh setuju dengan formulasi kemerdekaan Aceh dari Indonesia. Tapi, semua pasti setuju jika rakyat Aceh merdeka (bebas) dari kemiskinan, kebodohan, dan kekerasan. Itulah mengapa ketika jalan damai menjadi pilihan mereka yang bertikai, rakyat berbondong-bondong bangkit bersatu berdiri di tepi jalan, menyambut perdamaian bak upacara menyambut kepulangan panglima prang dari medan perang dengan kabar kemenangan.

Pertanyaannya, apa harapan rakyat di masa damai? Formulasi canggihnya kita pulang sepenuhnya kepada tim perancang yang dimiliki pemimpin baru, atau yang kerap disebut think thank.  Kita tantang mereka untuk mewujudkan formulasi kesejahteraan yang sebenarnya sudah disampaikan oleh indatu ureung Aceh, sejak zaman dulu. Apa formulasi kesejahteraan itu?

Menurut kabar, yang masih terekam sampai kini, formulasi kesejahteraan itu, terdengar sederhana, dalam bahasa yang mudah dipahami rakyat, yakni: Pertama, utak beumeue asoo. Kedua, baje beek ruya rayoo. Dan, ketiga pruet jih beu troe".

Ketiga formulasi itu, dalam konteks kekinian tentu bisa dimaknai dengan pentingnya memerdekakan orang Aceh dari kebodohan, sekaligus pula dari tindakan dan kebijakan yang membodohkan rakyat. Jika harus dipilih, mungkin jauh lebih utama membebaskan rakyat dari tindakan dan kebijakan yang membodohkan karena efeknya jauh lebih bahaya.

Berikutnya, penting juga memerdekan rakyat Aceh dari kemiskinan. Orang Aceh harus menjadi orang yang alim dan kaya agar menjadi pribadi yang memiliki kesalehan spiritual sekaligus sosial. Menjadi pribadi yang memberi ketimbang yang menerima. Untuk itu, seluruh pundi-pundi yang bisa menjadi modal ekonomi, sosial, budaya, dan politik harus menjadi modal bergerak sehingga tidak menjadi modal yang mati suri sehingga keugob bek keu tanyoe pih bek menjadi beu jeut keuraseuki haleu ban mandum ureung.

Rakyat memang layak dibebaskan dari kemiskinan yang sifatnya ekonomi. Namun, pada saat yang sama jiwa-jiwa miskin para aparatur pemerintahan dan politikus juga harus segera di bebaskan dengan kepemimpinan yang tegas.

Kita, sepenuhnya percaya kepada kepemimpinan baru yang kini berdiri di pondasi yang kokoh, baik dari segi legitimasi rakyat maupun melalui legitimasi politik dalam artian dukungan parlemen. Bila dirasakan kurang, rakyat pasti akan siap berdiri di belakang untuk memberikan dukungan yang lebih banyak lagi.

Mengapa, karena nyaris tidak ada lagi alasan yang pantas untuk dikeluhkan. Ibarat ureung ek u, tangan sudah sampai menjangkau buah kelapa, dan siap menunggu dipetik. Di bawah, rakyat Aceh menunggu dengan khitmad hasil petikan, sambil berharap semoga tidak ada buah kelapa yang dilempar di kepala, meski dengan alasan tidak sengaja. Selamat memimpin.[]

Obrolan dengan Fadel Muhammad: Golkar Mendukung Penuh Zaini-Muzakir

Written By Partai Aceh on Senin, 02 April 2012 | 18.22

Kejutan kembali datang dari Partai Aceh. Setelah publik Aceh dikejutkan dengan bergabungnya tiga mantan Jenderal TNI ke partai bentukan mantan kombatan GAM itu, hari ini giliran mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad menjadi juru kampanye untuk pasangan calon gubernur Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf yang diusung Partai Aceh.

Fadel adalah Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Sebelumnya dia juga menjabat Gubernur Provinsi Gorontalo sejak 10 Desember 2001 hingga 22 Oktober 2009. Pada pilkada Gorontalo 2006 yang dilaksanakan pada 26 November 2006, ia memperoleh 82,3 persen suara, yang tercatat di rekor MURI sebagai rekor pemilihan suara tertinggi di Indonesia.

Mengapa Fadel Muhammad bersedia menjadi juru kampanye Partai Aceh? The Atjeh Post mewawancarainya melalui telepon selular, setelah berkampanye di Stadion Lhoong Raya, Banda Aceh. Ketika dihubungi, Fadel sedang menunggu pesawat yang akan membawanya kembali ke Jakarta. Berikut petikannya.

Banyak yang kaget melihat anda menjadi juru kampanye pasangan Zaini Abdullah - Muzakir Manaf. Bagaimana ceritanya?
Begini. Saya datang ke Banda Aceh untuk ikut menyaksikan dan memberikan dukungan penuh kepada saudara Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf.
Saya ke Banda Aceh atas seizin Ketua Umum DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Golkar. Tadi malam, sebelum berangkat ke Aceh, saya bertemu Ketua Umum dalam kapasitas saya sebagai Wakil Ketua Umum Golkar.

Artinya, kedatangan anda hari ini merupakan sikap Golkar secara kelembagaan?
Iya, ini memang sudah menjadi sikap dari DPP Golkar. Kami mendukung penuh pasangan dokter Zaini dan Muzakir Manaf.

Mengapa akhirnya Golkar memutuskan mendukung pasangan ini?
Ada tiga hal mengapa kami mendukung pasangan Zaini-Muzakir. Pertama, Golkar ingin melihat Aceh sejahtera dan pertumbuhan ekonominya menjadi lebih baik. Kedua, kalau bukan mereka yang menjadi kandidat, Aceh akan menjadi ramai lagi. Kami menyadari bahwa dukungan untuk mereka sangat besar di Aceh. Terakhir, kita melihat masih banyak sekali hal-hal yang belum terwujud di Aceh, khususnya yang terkait dengan kesejahteraan masyarakat.

Tadi anda sempat makan siang bersama pimpinan Partai Aceh. Bagaimana kesan yang didapat?
Saya melihat sendiri, dan tadi sudah bertemu langsung dengan tokoh-tokoh Aceh. Saya melihat secara realistis dukungan terhadap Partai Aceh ini sangat besar. Saya meyakini, Insya Allah tanpa bermaksud mendahului, mereka (Zaini-Muzakir) akan menang satu putaran.

Apa yang anda rasakan saat berkampanye di stadion tadi?
Itu luar biasa sekali bagi saya. Saya terharu, mereka berteriak,"Pak Fadel, terima kasih dukungannya, terima kasih."
Oleh karena itu, saya menyatakan bahwa saya bersedia bekerja sebagai volunteer tanpa dibayar untuk membantu rakyat Aceh, khususnya di bidang pertanian, perikanan dan peternakan.

Ketika naik menjadi gubernur Gorontalo anda terpilih dengan kemenangan mutlak. Bagaimana anda melihat pasangan yang diusung Partai Aceh ini?
Iya. Di Gorontalo saya menang 82,3 persen suara. Di sini, karena calon gubernurnya ada 5 pasangan, saya kira mereka bisa meraih 70 persen.

(Wawancara harus diakhiri karena Fadel Muhammad harus naik ke pesawat yang akan membawanya kembali ke Jakarta)

Sumber: Atjehpost.com

Menyanyi untuk PA, Kata Imum Jon "Nyan Wajeb Ta Pubuet"

Written By Partai Aceh on Kamis, 29 Maret 2012 | 17.31


Di setiap kampanye yang digelar oleh Partai Aceh, penyanyi Aceh ini punya kemampuan vokal menawan untuk menembangkan lagu-lagu bernuansa kepahlawanan. Imum Jon kerap tampil enerjik dengan membawakan lagu-lagu Aceh yang heroik. Lagu-lagu itu pas dengan isi kampanye; mampu membakar semangat massa yang menggebu.

Lalu, berapa Imum Jon dibayar sekali tampil saat menyanyi dalam kampanye PA? Kepada The Atjeh Post, penyanyi yang bernama asli Sarjani Abdussamad ini mengatakan ia tidak terlibat kontrak dengan partai tersebut dalam urusan tampil. Ia juga tidak dibayar. Lantas mengapa Imum Jon mau bernyanyi untuk Partai Aceh?

“Karena saya memang anggota Partai Aceh, saya hidup dalam perjuangan dulu, susah senang kami bersama, jadi ini memang suatu kewajiban. Nyanyi masa kampanye nyan wajeb ta pubuet (wajib kita lakukan),” tutur Imum Jon, Rabu malam, 28 Maret 2012.

Imum Jon mengaku bahwa politik dan penyanyi adalah dua hal yang sama-sama menyenangkan. Menurutnya, berpolitik jadi lebih mudah bila disampaikan dengan seni. “Kegelisahan-kegelisahan politik akan lebih mengena di hati orang bila disenandungkan lewat seni,” kata mantan kombatan ini.

Menurutnya langkah GAM yang terjun ke dunia politik hal yang bagus. "Karena meskipun sudah tidak ada lagi tujuan untuk memisahkan diri dari NKRI yang penting bisa memberikan keuntungan yang besar bagi rakyat Aceh."

Meski senang dunia politik, Imum Jon mengaku tidak ingin terlibat dalam politik praktis semisal menjadi anggota legislatif atau bupati. Ia hanya ingin menjadi seniman saja. “Meunye keunan hana, tapi meunye pandangan politik keu PA nyan ka harga mate.” Katanya.

“Sepuluh tahun saya berperang, itu tidak sia-sia, hari ini kita sudah potong senjata yang tinggal hanya Partai Aceh. Saya tidak ingin berpaling dan saya tidak tergiur dengan uang,” lanjutnya.[]

sumber: atjehpost.com

Imum John dan Yakob Taila bawa lagu, massa sorak sorai

Written By Partai Aceh on Sabtu, 24 Maret 2012 | 15.48

Langsa - Musisi aceh, imum john dan yakob taila tampil membawakan lagu pada acara kampanye calon gubernur dan wakil gubernur Aceh Zaini Abdullah-Muzakir Manaf (Zikir) di Lapangan Merdeka Langsa, Sabtu, 24 Maret 2012.

Bait yang disyairkan adalah 
"Allah neu peu meunang, allah neupeumeunang, partai aceh neubi ya allah, neubi beu meunang," lantun imum john sambil diikuti oleh massa.


Lagu yg lain yg dibawakan juga disambut sorak sorai massa. Isi bait lagu tsbt bersi semangat dan sindiran. "Oh pilkada pileh bek meulanggeh dari pa."


Sedangkn yakob tailah tampil dengan syair sindiran kocaknya." So yg khianat bangsa beu meutang ilang."
Bait lain, "pa partai teulebeh dalam pemilihan. Bukti nyata jet ditunda pemilihan."

Sebuah Guyon Doto Zaini dari Mes Malik Mahmud

Written By Partai Aceh on Jumat, 23 Maret 2012 | 16.53

BANDA ACEH - Kamis selepas magrib, 22 Maret 2012, Mess Pemangku Wali Nanggroe Malik Mahmud, Banda Aceh. "Doto Zaini, sedang cukuran rambut," kata pria yang akrab disapa Tauke Krupuk. Tentu yang dimaksudnya adalah Zaini Abdullah, calon gubernur Aceh yang diusung Partai Aceh. "Meuntroe sedang di dalam kamar," katanya menyebut keberadaan Malik Mahmud.

Beberapa pria ada di dapur sedang bersenda gurau. Mereka ini yang biasanya membantu Malik dan Zaini setiap harinya. Di depan gerbang beberapa pria sedang berbincang di pos jaga. Ketika wartawan The Atjeh Post masuk, mereka mempersilahkannya. Di ruang belakang dekat dapur rumah ada taman yang terawat rapi.

Adapun di dalam ruangan, di sebelah kanan ruang tengah ada meja makan. Di situ sudah tersaji beberapa nasi bungkus dengan beberapa gelas air putih dan satu sisir pisang. Selepas shalat Isya, Malik keluar dari kamarnya. "Apa kabar," dia menyapa. "Mari kita makan bersama."

Doto Zaini baru selesai mencukur rambutnya yang berarna perak. Dia beranjak ke ruang tengah, dan juga menyapa dengan senyum ramahnya. Di situ ada Kautsar, Sekretaris Pemenangan Zaini-Muzakir (Muzakir Manaf, Ketua Umum Partai Aceh). "Apakabar," katanya. Kemudian perbincangan berlanjut ke seputar rencanaya untuk berkampanye esok hari, lalu ngobrol ringan lainnya. "Isteri saya bersama anak-anak, dalam waktu dekat ini akan ke Aceh juga," katanya.

Beberapa saat kemudian, datang beberapa anggota DPR Aceh dari Partai Aceh. Di antaranya Tengku Adnan Beuransah dan  Abdullah Saleh. Mereka ini juga ikut nimbrung ngobrol, tentu saja menyangkut rencana kampanye. Tak berapa lama, datang lagi Sekretaris Jenderal Partai Aceh, Yahya Muaz. Semua mereka berdiskusi soal kampanye, sesekali terdengar mereka bergoyon.

"Lon tip-tip uroe lon ba aneuk sajan lon (saya setiap hari bersama anak saya)," kata Zaini. Sejenak politisi yang mengelilingi meja ruang tengah itu saling pandang. "So aneuek Doto yang na di sinoe, pakon hantom lon kalon (siapa gerangan anak Doto di sini, kenapa kami tak pernah melihatnya)," Kautsar bertanya dengan dahi berkerut.

"Nyoe si Mualem," Zaini menjawab. Ups rupanya Zaini bercanda. Mualem yang dimaksudkannya adalah Muzakir Manaf, yang memang usia mereka berjarak, laksana seorang ayah dan anaknya. Selama ini mereka memang selalu berdua. Maklum mereka adalah pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dari Partai Aceh.

Mendengar canda Zaini, maka berderai-derailah suara tawa di ruangan tengah itu. Dan, Malik Mahmud pun ikut terbahak. Dari meja makan, dia sampai menghampiri meja tengah, lalu bicara. "Iya, Mualem kami kenal sejak masih sangat muda, mungkin waktu itu usianya masih 20-an tahun. Masih malu-malu," kata Malik Mahmud.

Ruangan ini, malam itu penuh dengan guyon dan canda. Tak terasa jarum jam sudah menunjuk ke pukul 24.00 WIB. Malam sudah sangat tua, dan mata terasa lelah. Pamit. []

sumber: atjehpost.com

Video Clips Lagu "Putra Hasan Ditiro"

Written By Partai Aceh on Kamis, 15 Maret 2012 | 01.22

Berikut adalah Video Clips Lagu "Putra Hasan Ditiro" Ciptaan Musnadar/Ayusmi. Lagu ini mansyairkan tentang Hasan Ditiro merupakan cucu Pahlawan, dimana Hasan dtiro disegan oleh mancanegara dan memiliki sifat-sifat terpuji sehingga beliaupun layak mendapatkan gelar Wali Negara, beliau juga mempunya sifat-sifat penyayang dan persaudaraan, dan hal-hal lainnya, selangkapnya dapat di saksikan pada cuplikan video dibawah ini:

Music - Imum Jhon: Allah Neupemenang Parte Aceh

Written By Partai Aceh on Minggu, 26 Februari 2012 | 12.19

Partaiaceh.com - Berikut merupakan salah satu lagu aceh yang di nyanyikan oleh Imum Jon, dalam lagu tersebut menggambarkan betapa besar harapan untuk kemenangan Partai aceh, dalam lagu tersebut juga mengisahkan perjuangan Partai Aceh yang sangat luar biasa bersama dengan rakyat Aceh telah memperjuangkan perdamaian aceh, Harapan dan doa yang selalu disanjungkan kepada Allah SWT untuk dapat mewujudkan kemenangan kepada Partai Aceh ini. Sesuai dengan misi dan visinya kemenangan partai aceh bukanlah hanya untuk mendapatkan jabatan anggotanya tetapi untuk mewujudkan kemakmuran hidup rakyat Aceh.

Inilah Rekaman Lagu Tersebut:

13 Alasan Mengapa Memilih Partai Aceh

13 Alasan Mengapa Memilih Partai Aceh
Klik pada Gambar untuk membaca

Pengumuman

= INI MERUPAKAN WEBSITE RESMI PARTAI ACEH, SELAIN DARI WEBSITE INI ADALAH PALSU #WASPADA_PENIPUAN =

Berita Terbaru

 
Tentang Website: Syarat | Peta Situs | Kontak
Copyright © 2012. Official Website Partai Aceh - Hak Cipta dilindungi Undang-undang
Website:Tim Pemenangan Pusat
Partai Aceh