Headlines News :
Tampilkan postingan dengan label zikir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label zikir. Tampilkan semua postingan

Gubernur Zaini Jenguk Korban Penembakan

Written By Partai Aceh on Jumat, 29 Juni 2012 | 10.13

BANDA ACEH - Gubernur Aceh Zaini Abdullah atau yang sering disapa Doto Zaini Kamis, 28 Juni 2012 malam menjenguk anggota Komisi Peralihan Aceh (KPA) Langsa yang tertembak di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

Hal tersebut disampaikan Facrul Razi, Staf Gubernur Zaini kepada The Atjeh Post melalui telepon selularnya."Sekitar pukul sembilan malam Gubernur Zaini dan rombongan tiba di RSUZA," ujarnya.

Dalam kunjungannya, Doto Zaini mengharapkan korban agar cepat pulih dan bisa kembali beraktifitas. Ia juga berharap keluarga korban bisa tabah dengan cobaan ini.

Sebelumnya, Yah Din, anggota KPA Langsa, ditembak oleh orang tidak dikenal ketika melintas di Simpang Lambaro, Aceh Besar, pada Senin malam, 25 Juni 2012, sekitar pukul 20.45 WIB.

Menanggapi hal itu, Kamis 28 Juni 2012 pagi, Gubernur Zaini mengadakan rapat tertutup bersama Kapolda Aceh, KASDAM, Kajati dan Ketua Komisi A, membahas keamanan dan politik Aceh setelah dilantiknya Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh.[]

Sumber: atjehpost.com

Doto Zaini: SKPA Harus Bekerja Keras!

Written By Partai Aceh on Kamis, 28 Juni 2012 | 22.41

BANDA ACEH - Seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) diminta bekerja dengan keiklasan, transparan dan penuh kejujuran. Hal itu disampaikan Gubernur Aceh Zaini Abdullah dalam Rapat Pimpinan SKPA di ruang Pengendalian Percepatan Kegiatan (P2K) Kantor Gubernur siang tadi, Kamis 28 Juni 2012.

Selain Gubernur Zaini, hadir dalam rapat itu Wagub Muzakir Manaf, Sekda Aceh Setia Budi dan seluruh Kepala SKPA.

Pada pertemuan tersebut Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh meminta para Kepala SKPA menyampaikan gambaran umum program kerja SKPA, visi-misi, hambatan-hambatan kerja serta tahapan tahapan kinerja selanjutnya.

Untuk target yang belum tercapai, Zaini - Muzakir mengharapkan agar laporan harus sesuai dengan kerja di lapangan, baik dari segi mutu dan target capaian. "Kedepan harus ada mutu dalam laporan maupun mutu dalam pekerjaan itu sendiri,” Kata Zaini. Untuk mencapai itu, kata Zaini, tentu harus bekerja keras. []

sumber: atjehpost.com

Hari Pertama Gubernur Baru

Written By Partai Aceh on Rabu, 27 Juni 2012 | 04.53

PAGI-PAGI lelaki berusia 72 tahun itu telah tiba di kantor gubernur. Ini hari pertama ia bertugas sebagai Gubernur Aceh. Dengan mengenakan baju coklat khas pegawai negeri sipil, Zaini Abdullah langsung menuju ke ruangan yang telah dipersiapkan sebagai ruang kerjanya di lantai dua.

Hari ini, Selasa 26 Juni 2012, Zaini mengawali hari pertamanya sebagai gubernur dengan bertemu dengan Delegasi Uni Eropa. Pagi itu, di atas meja dalam ruang rapat gubernur tersaji nasi gurih, rendang, tauco, udang goreng, paru goreng, dan dendeng Aceh. Ya, Zaini menyambut tamunya dengan sarapan pagi bersama.

Tepat pukul 08.20 WIB, empat perwakilan Delegasi Uni Eropa tiba. Mereka memakai jas. Zaini menyambut dengan jabat tangan dan pelukan. Pertemuan itu terasa hangat.

Salah satu delegasi yang hadir adalah Andre Nilsson, Asisten Dua Kedutaan Swedia, tempat Zaini pernah mendapat suaka politik selama 30 tahun. Tiga lainnya adalah Giovanni Serrtella, Head of Office Delegation of the European to Indonesia, Colin Crooks, Minister Counsellor Deputy Head of Delegation, dan Luc De Meester, Team Leader Aceh District Response Facility.

Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf juga hadir di ruangan. Mualem didampingi Asisten II, Kepala Biro Hukum, serta Kepala Humas yang mendampingi Zaini di awal kerjanya itu.

Usai sarapan, rapat pun dimulai. Zaini yang duduk di tengah terlihat sangat impresif.  Pertemuan itu membahas delapan hal: pertambangan, penebangan liar, hutan lindung, Rawa Tripa, kesiagaan menghadapi ancaman bencana tsunami, pembangunan ekonomi, pariwisata, dan pertanian.  Hal ini dianggap Zaini dapat mempercepat kemajuan ekonomi Aceh dalam waktu singkat.

Pukul 09.20 WIB pertemuan berakhir. Zaini pun bergegas menaiki Alphard bernomor polisi BL 1. Lokasi yang dituju Hotel Hermes Palace. Di sana sedang berlangsung Lokakarya Penutupan dan Pembelajaran Aceh Govenrment Transformation Programme. Zaini diminta menyampaikan kata sambutan.

Zaini mengatakan pemerintah dan rakyat Aceh sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan negara-negara donor melalui Multi Donor Fund. "Pemerintah bersama rakyat akan menjaga seluruh aset yang telah disumbangkan oleh donor," katanya seraya berterima kasih kepada negara-negara donor yang telah membantu proses rekonstruksi Aceh.

Zaini juga memaparkan lima program prioritas pemerintahannya hingga lima tahun ke depan. Kelima program itu adalah tata kelola pemerintah, penerapan nilai-nilai budaya Aceh, memperkuat struktur ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan menciptakan nilai tambah dari kegiatan ekonomi rakyat.

Ia juga mengatakan akan memperbaiki pelayanan masyarakat yang lebih baik serta mendorong aparatur pemerintah untuk memiliki akhlak mulia.

Setelah dua agenda yang mengawali kegiatan Zaini Abdullah di hari pertama kerjanya, mobil dinas gubernur yang dikawal polisi itu pun kembali ke Kantor Gubernur, melanjutkan tugas baru yang telah menanti.[]

Sumber: atjehpost.com

Hari Pertama Kerja, Doto Zaini Terima Hashim di Kantornya

BANDA ACEH - Gubernur Aceh Zaini Abdullah hari ini, Selasa 26 Juni 2012 menerima kedatangan Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo di ruang kerjanya di kantor gubernur Aceh.

Hashim datang bersama anaknya Aryo Djojohadikusumo dan juga mantan Pangdam Iskandar Muda Mayjen (Purn) Soenarko serta rombongan. Ketika sampai di kantor gubernur, Hasyim dan rombongan langsung masuk ke ruang gubernur Zaini Abdullah.

Pertemuan tertutup tersebut berlangsung selama satu jam, dari mulai pukul 15.00 sampai dengan pukul 16.00 wib. Sampai sekarang, belum diketahui apa yang dibicarakan dalam pertemuan itu.

Hashim yang juga adik kandung Prabowo Subianto masih berada di Banda Aceh sejak menghadiri pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh di gedung DPRA kemarin. Rencanya, Hashim akan langsung bertolak ke Jakarta sore ini dengan pesawat pribadinya melalui bandara Lanud Iskandar Muda.[]

Sumber: atjehpost.com

Forum Intelektual Aceh-Yogyakarta Diskusi Harapan Aceh 5 Tahun ke Depan

Written By Partai Aceh on Senin, 25 Juni 2012 | 14.53

YOGYAKARTA – Beberapa intelektual Aceh yang berada di Yogyakarta mengadakan diskusi yang mengangkat tema “Harapan Aceh 5 Tahun ke Depan Pascapelantikan Zikir.” Minggu 24 Juni 2012 malam.

Hadir sebagai pembicara Aryos Nivada, peneliti politik Aceh/mahasiswa jurusan Politik dan Pemerintahan UGM, dan Suhendri, Kepala Sekolah Anti Korupsi Aceh. Acara diskusi diikuti peserta yang berasal dari perwakilan mahasiswa dan warga Aceh yang tergabung dalam Keluarga Aceh Besar-Yogyakarta (KABY), Poros Aceh-Jogja, Persatuan Mahasiswa Aceh Tamiang (Permata), dan Forum Aneuk Nanggroe STTA (FANS). Diskusi dihelat di Asrama KABY, bagian timur UPN Veteran.

Aryos mengatakan kondisi politik di Aceh saat ini akan memasuki masa transisi fase kedua, setelah yang pertama pada tahun 2006. Saat ini, urgensi pemimpin baru Aceh adalah melaksanakan rekonsiliasi politik terutama dengan rival selama masa Pemilukada dahulu. Hal ini diperlukan agar pembangunan Aceh ke depan tidak ada hambatan atau gejolak terutama yang timbul dari dendam-dendam politik antar-rival.

“Pemerintahan terutama karena juga berasal dari partai yang sama yang menjadi pemenang di kursi legislatif akan menjadi pertaruhan politik untuk tahun 2014 dan pemilukada selanjutnya. Jika mereka terbukti gagal, maka rakyat akan berpaling dan tidak akan mendukung mereka lagi,” ujarnya.

Suhendri menambahkan bahwa pemerintahan baru ini sebaiknya langsung mengevaluasi dan menguasai pemerintahan secara penuh. “Jangan sampai cuma di tataran ‘kepala’ saja yang berasal dari Partai Aceh, tetapi SKPD-SKPD atau ‘organ’ berasal dari rezim pemerintahan lama. PA mesti mengisi semua lini pembangunan dengan orang-orang yang sepaham dengannya, sehingga pembangunan Aceh yang murni dari konsep PA dapat terwujud di Aceh,” ujarnya.

Rizki Alfi Syahril, mewakili KABY, berharap bahwa pemerintahan baru ini nantinya agar dapat membangun Aceh yang bebas korupsi, berpijak pada landasan sejarah dan budaya lokal, serta dapat membangun Aceh dengan “keberagaman”. Keberagaman dalam konteks ini adalah penghargaan terhadap perbedaan suku, agama, kelompok, gender, dan ideologi.

Sementara itu, Alkaf Muchtar Ali Piyeung, pegiat di Poros Aceh-Jogja, mengatakan bahwa intelektual semestinya dapat berkontribusi dengan memberikan gagasan dan kritikan atas jalannya roda pemerintahan di bawah rezim pemerintahan baru ini.[]

sumber: atjehpost

13 Alasan Mengapa Memilih Partai Aceh

13 Alasan Mengapa Memilih Partai Aceh
Klik pada Gambar untuk membaca

Pengumuman

= INI MERUPAKAN WEBSITE RESMI PARTAI ACEH, SELAIN DARI WEBSITE INI ADALAH PALSU #WASPADA_PENIPUAN =

Berita Terbaru

 
Tentang Website: Syarat | Peta Situs | Kontak
Copyright © 2012. Official Website Partai Aceh - Hak Cipta dilindungi Undang-undang
Website:Tim Pemenangan Pusat
Partai Aceh